‚ÄčKelompok Neo-Murji’ah dalam peta politik Indonesia

Banyak yang belum mengenal apa itu Murji’ah. Murji’ah adalah satu aliran yang memisahkan antara iman dan amal. Jadi, menurut mereka, amal yang buruk tidak akan menurunkan iman seseorang, dan amal yang baik tidak akan menaikkan iman seseorang.

Lalu apa kaitannya dengan dunia politik, terutama sekali dunia politik di Indonesia?

Dalam dunia politik, kaum Murji’ah akan menutup mata pada keburukan amal penguasa. Jadi, menurut mereka, seburuk apapun amal penguasa, sejahat apapun tindakan penguasa terhadap ummat Islam dan terhadap agama Islam, selama dia masih sholat, maka kita tetap wajib taat. Karena bagi kaum Murji’ah, buruknya amal tidak membuat nilai iman seseorang menjadi turun, dan itu sebabnya mengapa doktrin kelompok Murji’ah adalah pokoknya wajib taat. Titik. Tanpa koma.

Intinya, kalau kaum Khawarij adalah kaum yang mudah mengkafirkan penguasa, maka kaum Murji’ah adalah kaum yang akan selalu “membela” penguasa dalam kondisi apapun juga. Cirinya mudah: pokoknya demo haram. Ini juga Titik. Tanpa koma.

Worst case, kaum Murji’ah akan berubah menjadi kaum yang selalu menjilat penguasa. ūüė•

Itu definisi kaum Murji’ah dan kaitannya dengan dunia politik.

Untuk saat ini, kelompok ini berpusat di Saudi Arabia, dan bisa dilihat ketika kerajaan Saudi meminta Amerika (yang non-muslim) untuk menyerang Irak (yang muslim). Dari dalil agama, sudah jelas meminta bantuan pada non-muslim untuk menyerang muslim adalah haram. Tapi itulah yang dilakukan oleh kelompok Murji’ah ini, mereka membenarkan tindakan Raja Saudi itu karena mereka sudah didoktrin untuk selalu wajib taat, meskipun pemerintahnya tidak benar.

Lihat pula ketika As-Sisi di Mesir menggulingkan pemerintah yang sah, dan As-Sisi ini didukung oleh Raja Saudi. Maka apa yang dilakukan oleh kelompok Murji’ah ini? Mereka pun mati-matian membela sikap Raja Saudi ini. Padahal menggulingkan pemerintah yang sah itu haram menurut mereka, tapi apabila hal itu bertentangan dengan kepentingan raja Saudi, maka mereka akan membolak-balikkan dalil agar bisa sejalan dengan kebijakan raja Saudi.

Lihat pula dalam kasus Israel vs Palestina saat ini. Raja Saudi tidak akan pernah mengambil keputusan untuk melawan Israel, dan ini disebabkan oleh faktor Historis kerajaan Saudi sendiri yang memang erat kaitannya dengan Amerika dan Israel. Maka, apa yang dilakukan oleh kelompok Murji’ah ini? Mereka akan mencela semua yang membela Palestina, dengan alasan bid’ah atau lainnya, pokoknya harus dicari segala daya dan upaya serta segala alasan agar bisa sejalan dengan kebijakan Raja Saudi, termasuk di antaranya adalah dengan cara mengeluarkan fatwa yang meminta rakyat Palestina untuk meninggalkan Palestina dengan alasan Israel terlalu kuat. Mengapa fatwa ini tidak keluar untuk kasus Yaman dan Suriah? Mengapa hanya keluar untuk kasus Palestina? Karena untuk kasus Palestina, kebijakan Raja Saudi sudah diatur oleh Amerika dan Israel!

Lalu bagaimana dengan dunia politik di Indonesia?

Lihat saja, mana kelompok yang tidak pernah mau diajak demo, atau malah sinis kalau ada yang demo. Bahkan dalam menghadapi Aksi 411 dan Aksi 212 pun mereka sinis. Padahal, Aksi 411 dan Aksi 212 itu masuk dalam bab kasus Al-Maidah 51 yang melibatkan kaum munafik, dan di ayat berikutnya disebutkan tentang kelompok yang sinis terhadap perjuangan ummat Islam. Itulah kelompok Murji’ah. Mengapa mereka sinis dengan Aksi 411 dan Aksi 212? Karena menurut mereka, demo itu haram total, dan bahkan untuk demo membela Palestina pun mereka anti. (Alhamdulillah, sekarang sudah banyak yang insyaf dan terbuka mata hatinya).

Lihat juga, stasiun televisi yang sering memojokkan ummat Islam di Indonesia. Adakah acara pengajian Islam dalam channel stasiun televisi tersebut? Kalau ada, maka kelompok Murji’ah bisa tumbuh subur di situ, karena kelompok Murji’ah tidak akan melakukan kritik, kecuali pada ummat Islam sendiri. Dan ini mungkin cocok dengan kebijakan stasiun televisi itu.

Itulah kelompok Murji’ah, mari kita kenali ciri-cirinya agar kita tidak tertipu oleh kelompok ini.

Advertisements