Tidak ada dosa turunan

Bayi kecil yang lucu, kalau ternyata ditakdirkan meninggal sesaat setelah dilahirkan, apakah nanti bayi itu akan masuk surga atau masuk neraka?

Ajaran agama yang benar, pasti berpendapat bahwa bayi itu akan masuk surga, terlepas dari apapun agama kedua orang tuanya. Karena seorang bayi tentu saja belum berdosa, dan karena seorang bayi tidaklah pantas menanggung dosa kedua orang tuanya.

Seperti itulah ajaran agama Islam, memandang adil pada semua makhluk, bahkan bayi kecil yang dilahirkan dari kedua orang tua non-muslim pun insya Allah akan masuk surga.

Tidak ada dosa turunan dalam Islam.

Bagaimana dengan agama Anda?

Apakah adil dan juga masuk akal?
Silakan dinilai masing-masing.

Advertisements

Orisinalitas Kitab Suci

Dalam Islam, orang yang hafal Al-Qur’an disebut dengan haafiz. Padahal, dalam bahasa Arab, arti dari kata haafiz bukanlah “orang yang menghafal”, melainkan “orang yang menjaga”.

Maksudnya, siapa saja yang menghafal Al-Qur’an, maka sesungguhnya dia adalah orang yang telah menjaga keaslian Al-Qur’an. Itulah haafiz.
Seperti itulah Al-Qur’an dijaga dan terjaga orisinalitasnya, dalam bentuk dihafal oleh ribuan orang dalam setiap zamannya, sehingga jangankan ada kalimat yang salah, bahkan kalau ada kata atau huruf yang salah pun dengan mudah bisa terdeteksi.

Seperti itulah keyakinan ummat Islam dalam meyakini keaslian kitab sucinya.

Bagaimana dengan kitab suci Anda? Setelah melewati masa ratusan atau ribuan tahun tanpa keberadaan komputer ataupun alat cetak, dengan cara seperti apa orisinalitasnya tetap terjaga?

Setiap kita, tentu punya hak untuk merenungkannya.

Al-Qur’an, Hadits Shahih dan Injil

Dalam pandangan ummat Islam, Al-Qur’an itu isinya benar dan tidak boleh ada kesalahan dalam redaksinya. Inilah kriteria kitab suci dalam pandangan Islam.

Di bawah itu, ummat Islam juga meyakini kitab Hadits yang shahih, yang isinya diyakini benar, tapi redaksinya bisa berbeda-beda.

Di luar itu, ummat Islam juga meyakini kitab Injil yang diturunkan pada nabi Isa as, dan kitab suci ini juga memiliki ciri yang sama dengan Al-Qur’an, yaitu isinya benar dan tidak boleh ada kesalahan dalam redaksinya. Tapi kitab Injil yang asli ini, sekarang sudah tidak ada lagi. Ini menurut keyakinan ummat Islam.

Bersamaan dengan itu, ummat kristen meyakini Injil dengan pandangan yang berbeda. Menurut ummat Kristen, yang namanya Injil itu bukanlah kitab yang diturunkan pada Yesus, melainkan kitab yang ditulis oleh murid-murid Yesus, berisi ucapan-ucapan Yesus. Dan kriteria yang digunakan adalah isinya benar, tapi bisa saja ada perbedaan redaksi di dalamnya, karena ditulis oleh orang yang berbeda.

Keyakinan ummat Kristen terhadap kitab Injil ini, tidak sama dengan keyakinan ummat Islam terhadap kitab Al-Qur’an, karena ummat Islam menggunakan syarat “redaksi harus benar” (maksudnya “hanya ada satu redaksi”) dalam meyakini kitab sucinya

Keyakinan ummat Kristen terhadap kitab Injil lebih mirip keyakinan ummat Islam terhadap kitab hadits Shahih. Isinya benar, tapi redaksinya bisa berbeda.

Keyakinan mana yang lebih baik atau lebih tepat?
Silakan dipikirkan masing-masing.

Note:
Yang kita bandingkan adalah keyakinan ummat terhadap kitabnya sucinya masing-masing.

Kitab Suci yang Asli

Dalam pandangan ummat Islam, kitab injil yang asli itu ada (dulu).
Sedangkan dalam pandangan ummat kristen, kitab injil yang asli itu tidak ada.

Itu sebabnya, mengapa ummat Islam selalu bertanya, “Mana kitab injil yang asli?”

Dan itu sebabnya pula mengapa jawaban dari ummat Kristen tidak pernah memuaskan bagi ummat Islam.

Akibat dari perbedaan cara pandang itu, salah satu efeknya adalah:

  • Bagi ummat Islam, yang namanya kitab suci itu harus benar isinya dan juga redaksinya.
  • Sedangkan bagi ummat Kristen, yang namanya kitab suci itu tidak harus sempurna redaksinya, beda-beda sedikit tidak apa-apa.

Kesimpulannya, ada perbedaan level dalam keyakinan dua agama ini ketika mendefinisikan apa itu kitab suci.
Agama Islam menggunakan level yang lebih ketat dalam mendefinisikan apa itu kitab suci.

Mana yang Anda nilai lebih baik?
Silakan nilai masing-masing.

Note:
Yang kita bandingkan adalah keyakinan ummat terhadap kitabnya sucinya masing-masing.