Pendapat ulama Madzhab Hambali (dan maaf-maafan di bulan Syawwal)

Hari ini adalah jum’at pertama selepas libur lebaran.
Kali ini, khatib jum’at di tempat kerja menjelaskan tentang makna taqwa.
Makna taqwa yang pertama, diambil dari pendapat Imam Ibnu Taimiyah, salah seorang ulama dari madzhab Hambali. Isinya, taqwa itu definisinya adalah begini, begini dan begini.
Lalu ditambah lagi dengan penjelasan mengenai makna taqwa menurut Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, yang juga merupakan salah seorang ulama dari madzhab Hambali. Isinya, taqwa itu definisinya adalah begini, begini dan begini.
Lalu, ditambah lagi dengan penjelasan mengenai makna taqwa menurut Imam Al-Barbahari, yang lagi-lagi juga merupakan salah seorang ulama dari madzhab Hambali. Isinya, taqwa itu definisinya adalah begini, begini dan begini.

Terlepas dari definisi taqwa yang disampaikan, ada satu hal menarik yang ada dalam khutbah kali ini, yaitu semua pendapat hanya diambil dari pendapat ulama madzhab Hambali saja.

Apakah hal ini salah?

Tentu saja tidak.
Tapi menyampaikan pendapat-pendapat ulama madzhab Hambali pada audiens yang sudah pasti mayoritasnya terbiasa dengan madzhab Syafi’i adalah satu hal yang sedikit banyaknya pasti memberi warna tersendiri.
Apakah hanya ulama dari madzhab Hambali saja yang memiliki definisi tentang taqwa ?
Apakah tidak ada ulama dari madzhab Syafi’i yang memiliki definisi tentang taqwa?
Atau, apakah sebenarnya yang ingin disampaikan adalah definisi taqwa versi madzhab Hambali?
Atau, apakah memang khatib-nya saja yang belajar di negara yang mayoritas bermadzhab Hambali seperti Saudi Arabia, lalu hanya mengenal ulama-ulama dari kalangan Hambali saja?

Wallahu a’lam.

Yang pasti, sekarang ada kecenderungan munculnya semangat untuk kembali pada manhaj salaf, tapi semangat itu dibarengi dengan sedikit-sedikit menyebut nama.Imam Ahmad, atau sedikit-sedikit menyebut nama Ibnu Taimiyah atau nama ulama madzhab Hambali lainnya seperti Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, Imam Al-Barbahari atau lainnya.
Sebenarnya, ini ajakan untuk kembali pada manhaj salaf atau ajakan untuk.mengikuti madzhab Hambali?

Madzhab Hambali sendiri adalah salah satu madzhab dalam ahlu sunnah. Jadi, tidak ada masalah kalau ada kecenderungan untuk mengikuti madzhab ini. Tapi kalau kita tidak memahami perbedaan ini atau tidak memahami duduk persoalannya, bisa-bisa yang muncul adalah masalah, karena secara de facto, yang dominan di negara kita ini adalah madzhab Syafi’i yang beberapa pendapatnya pasti berbeda dengan madzhab Hambali.

Semoga Allah memberikan petunjuk pada kita semua di bulan Syawal yang suci ini agar kita bisa menempatkan segala sesuatunya sesuai pada tempatnya. Aamiin ya Robbal ‘Aalamiin.

Taqobbalallahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum,
minal Aidin wal Faizin
Mohon maaf lahir dan batin.

Cikarang, 8 Syawal 1436H (24 Juli 2015)
Isa Ismet K