Ahli Kitab yang baik

Sholat Jum’at hari ini Imam membaca potongan surat Ali Imran. Saat mendengar, saya merasa bahwa pesan dalam ayat ini adalah hal baru yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

Ini ayatnya, beserta terjemahannya.

۞لَيۡسُواْ سَوَآءٗۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ أُمَّةٞ قَآئِمَةٞ يَتۡلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ وَهُمۡ يَسۡجُدُونَ

Mereka (Ahli Kitab) itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat).

يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang shalih.

(QS Ali Imran, 113 – 114)

Ternyata, dulu ada ahli kitab yang jujur dalam mengamalkan agamanya. Tapi bukan hal ini yang saya rasakan sebagai “hal baru”. Yang saya rasakan sebagai “hal baru” adalah lanjutannya. Ternyata Ahli Kitab yang baik juga rajin membaca kitab sucinya pada malam hari, dan rajin menjalankan sholat. Dan bukan hanya itu, mereka juga beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, dan aktif melakukan amar ma’ruf nahi munkar dalam segala sisi kehidupan mereka, serta selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan.

Pada setiap zaman, pada setiap periode kenabian, orang-orang yang teguh menjalankan agama memang akan selalu ada.

Lalu, mari kita bandingkan dengan kondisi kita saat ini. Saat ini, kondisi ummat Islam benar-benar menyedihkan. Berapa banyak yang mengaku Islam tapi tidak meyakini adanya akhirat? Berapa banyak yang mengaku Islam tapi tidak meyakini bahwa kitab sucinya adalah wahyu dari Allah? Berapa banyak yang mengaku Islam tapi malas mengerjakan sholat? Berapa banyak yang mengaku Islam tapi ketika diajak untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, jawabannya adalah “jangan bawa-bawa agama”? Berapa banyak yang mengaku Islam tapi malas kalau diajak untuk berbuat baik?

Pada setiap zaman, pada setiap periode kenabian, orang-orang yang teguh menjalankan agama memang akan selalu ada. Tapi itu artinya, orang-orang yang meninggalkan agama juga ada. Semoga saja kita tidak termasuk yang terakhir ini.

Kalau pada kaum ahli kitab dahulu saja ada orang yang bisa menjadi baik, mengapa kita tidak mau menjadi orang baik pada masa kita saat ini?

Imam membaca surat sampai di sini, lalu ruku’. Pikiran saya pun berhenti di sini.
Semoga saja sholat Jum’at kali ini ada berkahnya, aamiin.

Jakarta, 1 Nov 2019 (4 Rabiul Awwal 1441 H)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s