Minimalis vs Maksimalis

Minimalis dalam Ibadah? Selama tidak meninggalkan yang wajib, sah-sah saja.
Tapi memusuhi orang yang berusaha maksimalis dalam ibadah, ini dosa besar.

Tidak mau pake jilbab? Ini dosa pribadi.
Tapi memusuhi orang karena jilbabnya, ini dosa besar, karena memusuhi syariat.

Tidak mau sholat jamaah ke masjid? Ini masalah pribadi.
Tapi memusuhi orang yang sholat ke masjid, dan membuat image negatif tentang orang-orang yang sholat jamaah di masjid, ini dosa besar, karena ini merusak citra agama.

Tidak mau berislam secara detil? Ini pilihan masing-masing.
Tapi memusuhi orang-orang yang mau mengamalkan aturan-aturan agama secara detil, ini dosa besar, karena membuat orang makin jauh dari agama.

Berislam hanya cukup dengan sholat masing-masing saja, ibadah lainnya tidak dilakukan? Ini pilihan masing-masing.
Tapi memusuhi orang yang gemar menggalakkan sholat jamaah di masjid, dan Nabi pun dulu sholatnya di masjid, maka itu adalah dosa besar, karena memusuhi apa yang diajarkan oleh nabi.

Ingin jadi munafik dan tidak mau mengamalkan aturan-aturan agama? Silakan. Selama Anda diam, maka itu adalah dosa pribadi Anda.
Tapi begitu Anda nyinyir pada orang-orang yang sibuk mengamalkan agama Islam, maka itu artinya Anda memasang bendera perang pada ajaran-ajaran agama Islam.

Apakah orang munafik yang “kekal di neraka” itu adalah orang suka berbohong ketika bicara? Bukan.
Orang munafik yang divonis “kekal di neraka” itu adalah orang-orang yang nyinyir pada setiap pelaksanaan aturan agama, dan sibuk mengerahkan segala daya upaya untuk menjatuhkan agama Islam, meskipun dia sendiri ngakunya Islam.

Jadi, apa boleh jadi orang munafik? Atau jadi orang yang tidak mau mengamalkan ajaran agama? Atau jadi orang yang malas beribadah? Atau jadi orang yang minimalis dalam beribadah? Silakan, itu hak setiap orang untuk memilih, dan masing-masing ada konsekwensinya.
Tapi begitu Anda mulai melakukan aktivitas nyinyir pada setiap pelaksanaan ajaran agama, atau mulai membuat aktivitas-aktivitas yang berusaha menghalang-halangi orang dari jalan agama, maka itu artinya Anda mulai menempatkan diri Anda pada posisi “musuh agama”, dan ini fatal.

Jadi, apa boleh kita minimalis dalam ibadah? Silakan, itu pilihan masing-masing.
Tapi diamlah terhadap orang-orang yang berusaha untuk beribadah lebih dari kita.
Jangan sampai ibadah kita yang minimalis, akhirnya hangus hanya karena kita tidak memahami bahwa memusuhi pelaksanaan ajaran agama itu dosanya jauh lebih besar.

Note:
Ini bukan tentang khilafah atau radikalisme,
tapi tentang bagaimana cara beragama dengan benar.
Memangnya agama hanya membahas masalah Khilafah dan Radikalisme saja?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s