Salah memahami hukum sholat berjamaah di masjid

Nabi kita, dulu, selalu sholat berjamaah di masjid untuk sholat yang lima waktu setiap hari, dan tidak pernah melakukan sholat wajib di rumah, kecuali saat beliau sedang sakit. Ini menunjukkan, bahwa sholat berjamaah di masjid itu hukumnya mendekati wajib untuk sholat wajib yang lima waktu itu.

Akan tetapi, mayoritas ummat Islam di Indonesia yang laki-laki, sepertinya memahami bahwa yang namanya ke Masjid itu hanya “seminggu sekali” saja, yaitu pada sholat Jum’at saja. Padahal pemahaman ini tidak benar. Yang benar adalah, sholat yang lima waktu itu pun hukumnya mendekati wajib untuk bisa dilakukan secara berjamaah di masjid.

Inilah contoh dari nabi kita, dan ini pula-lah yang diperintahkan oleh Allah dalam Al-Qur’annya, ketika menjelaskan tentang tata cara sholat berjamaah saat kita berada dalam kondisi perang. Jadi, dalam kondisi berperang pun sholat lima waktu harus tetap dilakukan secara berjamaah, maka bagaimana hukumnya sholat lima waktu yang dilakukan pada waktu-waktu damai?

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersholat, lalu bersholatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. …” (QS. An-Nisaa, 102)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s