Memperbaiki diri vs Memperbaiki Lingkungan

Islam itu:
1. Memperbaiki diri.
2. Lalu memperbaiki lingkungan.

Di tengah kerusakan yang menyebar ke mana-mana, kalau ada yang mengatakan bahwa kita harus sibuk dengan “memperbaiki diri saja”, berarti yang mengatakan hal itu:

1. Dia tidak memahami bagaimana Islam yang benar.
Atau,
2. Dia ingin agar kerusakan itu tetap ada di tengah masyarakat. 😰

Perbaikilah diri kita dengan sholat dan ibadah lainnya, lalu aktiflah memperbaiki lingkungan kita, dan kita harus bersabar dalam melakukan semua itu. Karena baik memperbaiki diri maupun memperbaiki lingkungan, dua-duanya tidak mudah dan mungkin kita akan menemui banyak hambatan di dalamnya.

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS. Luqman, 17)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s