Belum tibakah saatnya?

Kita berumur 40, 50 atau mungkin 60 tahun ke atas? Tapi kita sampai saat ini masih juga belum punya keinginan untuk kembali pada agama kita untuk mencari siapa pencipta kita dan beribadah kepada-Nya?

Atau di penghujung hidup kita ini, kita masih selalu menyibukkan diri kita dan menghabiskan waktu kita untuk membahas hal-hal yang tidak bermanfaat untuk akhirat kita?

Kalau seperti itu kondisi kita, maka pertanyaan yang cocok untuk kita adalah:

Belum tibakah saatnya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik. (QS. Al-Hadid, 16)

Mari kita renungkan diri kita masing-masing.


Note: ini teks Arab-nya.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s