Kecenderungan dalam kasus CFD vs Bagi Sembako

Di Jakarta, kemarin (akhir April 2018) ada dua acara: Car Free Day (CFD) yang dipehuhi oleh massa “#2019 Ganti Presiden”, dan acara pembagian Sembako yang dilakukan oleh kelompok yang lain lagi. Pada dua acara ini, sama-sama muncul masalah.

Pada acara CFD, katanya, ada ibu-ibu yang diintimidasi. Dan pada acara pembagian sembako, katanya, ada dua orang yang meninggal. Dan di sini kita bisa melihat kecenderungan orang: ada yang mati-matian memblow-up kasus intimidasi dan menutup mata terhadap korban yang meninggal, dan ada juga yang sibuk menyebarkan info tentang korban yang meninggal dan menganggap bahwa kasus intimidasi hanyalah kasus kecil.

Di sini, kita lihat kecenderungan tersebut, dan kecenderungan inilah yang akan kita nilai.

Siapa saja yang selalu punya kecenderungan untuk berfikir “mana yang lebih baik untuk Allah?”, berarti dia sudah memahami arti ilah dalam syahadatnya.

Dan siapa saja yang mengabaikan sudut pandang ini, berarti dia belum memahami arti ilah, dalam syahadatnya, meskipun mungkin dia mengaku diri sebagai Muslim.

ilah adalah segala sesuatu yang membuat diri kita condong kepadanya, dan membuat kita menomorsekiankan hal lainnya, orang lainnya, sudut pandang lainnya, atau semua lainnya.
Itulah ilah, dan itulah yang sebenarnya kita sembah.

Maka, siapakah ilah kita saat ini?

Mari kita tanya diri kita masing-masing.

Yang jelas, kalau kita mengaku Islam tapi kita merasa bebas untuk menentukan sudut kecenderungan mana yang akan kita pilih, itu artinya kita sama sekali belum memahami Islam, bahkan pada tahap yang paling dasar.

Mari kita introspeksi diri kita masing-masing.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam. (QS. Al-An’aam, 162)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al-Ahzab, 36)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s