Menjauhi Al-Qur’an?

Dalam usaha memahami Islam, kelompok-kelompok Islam menggunakan cara yang berbeda-beda.

Kelompok pertama hanya menggunakan Al-Qur’an saja dan meninggalkan hadits. Kelompok ini tidak benar.

Kelompok kedua hanya menggunakan hadits saja, dan meninggalkan Al-Qur’an. Ini juga tidak benar.

Kelompok ketiga memfokuskan dakwahnya pada Al-Qur’an dan menempatkan hadits sebagai pelengkap. Ini kelompok yang benar.

Kelompok keempat memfokuskan dakwahnya pada hadits dan menempatkan Al-Qur’an hanya sebagai pelengkap saja. Ini adalah kelompok yang juga tidak benar.

Kalau kita sudah bertahun-tahun mengaji lalu kita hanya faham masalah bid’ah saja, atau hanya faham masalah-masalah ikhtilaf saja seperti hukum isbal, hukum jenggot, hukum demonstrasi, hukum musik dan lain sebagainya, dan di saat yang bersamaan kita tidak memahami apa perbedaan isi surat Al-Lail dan Asy-Syams misalnya, padahal itu ada dalam Juz’amma, maka itu artinya kita termasuk dalam kelompok nomor empat di atas. Dan secara tidak langsung, sebenarnya kita sudah diajak untuk menjauhi Al-Qur’an, meskipun kita tidak menyadarinya. Atau setidaknya, kita tidak diajari untuk mendekati Al-Qur’an padahal waktu kita terus berlalu dan umur kita terus bertambah.

Mari kita introspeksi lagi, selama ini kita belajar apa dan diajari apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s