​Radikal, Liberal dan Agama Warisan

Kaum radikal adalah kaum yang menuhankan nilai-nilai kebenaran, dan mengabaikan nilai-nilai kebaikan. Ini semua karena mereka memahami agama ini hanya dalam masalah benar-salah saja, dan mereka tidak mendapatkan ilmu yang cukup tentang indahnya muamalah dalam islam atau lainnya. Mereka mungkin tidak pernah mendengar kisah tentang Nabi kita yang menyuapi orang kafir yang sudah tua, atau kisah  tentang nabi kita yang amat menyayang anak kecil, atau kisah tentang nabi kita yang amat menghormati orang tua, apapun agamanya, atau kisah tentang nabi kita yang amat baik akhlaknya terhadap keluarganya, tetangganya ataupun tamunya, atau kisah tentang seseorang yang masuk surga karena keindahan akhlaknya, atau kisah tentang hal lainnya. Itu sebabnya mereka akan memahami agama ini hanya dari sisi kerasnya saja. Lalu mereka berjuang mati-matian untuk selalu mengobarkan peperangan, meskipun harus mengorbankan kedamaian.

Sebaliknya, kaum Liberal adalah kaum yang menuhankan nilai-nilai kebaikan, dan mengabaikan nilai-nilai kebenaran. Ini semua karena mereka memahami agama ini hanya dalam masalah baik-buruk saja, dan mereka tidak mendapatkan ilmu yang cukup tentang beratnya perjuangan orang-orang terdahulu  dalam mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran agama Islam ini. Mereka mungkin tidak pernah dengar kisah tentang Nabi Musa as yang dikejar-kejar oleh Fir’aun, atau kisah tentang Nabi Isa as yang diburu oleh pasukan Romawi, atau kisah tentang Ashaabul Ukhdud yang membunuhi kaum beriman dengan cara membakar mereka dalam parit berapi, atau kisah tentang nabi kita sendiri yang diboikot selama tiga tahun dan diperangi oleh pamannya sendiri, atau kisah tentang Abu Bakar ra yang membasmi kelompok yang murtad, atau kisah tentang Umar bin Khattab ra yang berperang melawan imperium Persia dan Romawi, atau kisah  tentang Khalifah Utsman ra dan Khalifah Ali ra yang memerangi para pemberontak, atau kisah tentang salah satu sahabat nabi kita yang bernama Abu Ubaidah bin Jarrah ra yang terpaksa harus berperang melawan ayahnya sendiri dalam perang Badar, atau kisah tentang Hussein bin Ali ra yang terbunuh dalam menghadapi pemimpin yang dzalim, atau lainnya. Itu sebabnya mereka akan memahami agama ini hanya dari sisi enaknya saja. Maka, mereka mungkin akan mati-matian memperjuangkan konsep hidup damai dan hidup enak, meskipun harus mengorbankan prinsip kebenaran dalam agama ini.

Dua kelompok ini, yaitu kelompok radikal dan kelompok liberal, mereka muncul karena satu sebab yang sama: karena mereka timpang dalam memahami agama ini.

Maka, marilah kita datangi majelis ilmu, agar kita bisa memahami agama kita ini dengan benar dan seimbang, dan agar agama kita tidak hanya sekedar menjadi agama warisan saja. Karena kalau agama kita hanya sekedar agama warisan saja, maka kita mungkin tidak akan tahu apakah kita sebenarnya mewarisi pemahaman yang radikal atau pemahaman yang liberal.

Mari kita datangi majelis ilmu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s