​Modern Al-Wahn

Apa itu Al-Wahn? Al-Wahn adalah nama penyakit hati, dan dalam definisi yang paling umum biasanya Al-Wahn ini dimaknai dengan “cinta dunia dan takut mati”.

Dalam dunia modern saat ini, penyakit ini ber-evolusi dalam bentuk yang lebih aktual. Pada masyarakat kelas menengah ke bawah, penyakit ini berubah wujud menjadi sikap “bersedia mengerjakan apa saja asalkan ada bayarannya”.  Contohnya, beberapa lembar rupiah bisa mengubah pilihan dalam pilkada, dan satu kotak nasi bungkus bisa menghadirkan satu orang untuk berdemo. Tidak ada lagi idealisme untuk menjaga hal-hal yang benar, yang ada hanyalah kepentingan sesaat saja.

Adapun pada masyarakat kelas menengah ke atas, penyakit Al-Wahn ini ber-evolusi menjadi pola pikir yang terlihat seolah-olah modernis, toleran dan multi-cultural, tapi sebenarnya tidak seperti itu. Intinya, semua hal yang berpotensi menimbulkan konflik dihilangkan, apapun masalahnya, bagaimanapun efeknya. Maka, yang muncul adalah masyarakat yang membolehkan segala sesuatu dengan alasan yang seolah-olah karena ingin menjaga sesuatu, padahal sudah tertipu dengan sesuatu itu. Tidak ada lagi proses amar ma’ruf nahi munkar, karena hal itu dianggap tidak lagi toleran dan tidak sesuai dengan hak asasi manusia yang multi cultural atau lainnya. Yang ada hanyalah pemikiran bagaimana agar kita hidup enak, itu saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Ketika penyakit ini melanda ummat Islam, maka lemahlah ummat Islam. Karena masyarakat kelas menengah ke bawah sudah bisa dibeli, dan masyarakat kelas menengah ke atas sudah terbuai oleh falsafah hidup enak.

Tidak ada lagi yang berfikir untuk menyebarkan Islam sepertihalnya para sahabat Nabi yang dulu berkelana ke penjuru dunia untuk menyebarkan Islam. Tidak ada lagi yang berfikir untuk memperjuangkan ajaran Muhammad saw, karena ajaran selain itu pun sudah dianggap benar. Tidak ada lagi yang berfikir bahwa Islam sebenarnya punya keagungan untuk bisa membawa manusia dari lembah kegelapan menuju kehidupan yang terang di bawah ridho ilahi, karena Islam sudah menjadi hal biasa, yang boleh diambil ataupun dibuang.

Pada kondisi seperti ini, ummat Islam akan dimangsa oleh ummat lain, dan seolah-olah menjadi buih di lautan meskipun jumlah ummat Islam banyak.

Dari Tsauban Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir saja para umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, “Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah bersabda, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai buih yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Al-Wahn’. Kemudian seseorang bertanya, ”Apa itu ’Al-Wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Semoga kita semua tidak terkena penyakit ini, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s