Hiduplah pada masa ini

Sebagian ummat Islam seakan-akan hidup di masa lalu. Mereka sangat sibuk membuka-buka lembaran hidup kaum salaf terdahulu, lalu sibuk meng-copy paste kisah itu pada kehidupan saat ini, dengan tanpa mempertimbangkan tepat tidaknya penempatan kisah tersebut dengan kondisi kita saat ini. Akhirnya, mereka menjauhi pemilu, karena mereka berpendapat bahwa pemilu bukanlah hal yang digunakan oleh generasi salaf terdahulu.

Sebagian lagi seakan-akan hidup di masa datang. Mereka sangat sibuk membahas impian mewujudkan khilafah, sehingga mengabaikan amar ma’ruf nahi munkar yang sebenarnya bisa dilakukan saat ini. Semua hal diarahkan menuju ketiadaan khilafah, dan solusi jangka pendek tidak pernah diambil karena sibuk memikirkan khilafah di masa datang. Akhirnya, mereka juga menjauhi pemilu, karena mereka berpendapat bahwa pemilu bukanlah sistem yang tepat untuk mewujudkan khilafah di masa datang.

Akibatnya, di masa kita ini, justru orang-orang yang tidak benar-lah yang menjadi pemimpin. Sebagiannya mungkin berasal dari kelompok sempalan Islam yang membenci sahabat nabi, sebagian lagi berasal dari kaum munafik yang tidak peduli lagi tentang perintah-perintah Allah, bahkan tidak lagi meyakini hari akhirat, dan sebagian lagi bahkan berasal dari kalangan ahlul kitab ataupun kaum kafir.

Kalau sudah seperti ini, barulah sebagiannya sadar atas kekeliruan selama ini. Tapi sebagian lagi tetap tidak berubah, dan tetap berpegang pada pendirian masa lalu dan masa datang ini.

Maka, tugas kita adalah, lakukanlah apa yang bisa kita lakukan saat ini. Karena sekecil apapun perbaikan yang kita lakukan, Allah tetap akan membalasnya.

Marilah kita hidup saat ini, untuk beramal saat ini, untuk perbaikan yang bisa kita lakukan saat ini. Insya Allah itu adalah jalan menuju perbaikan di masa mendatang. Karena setiap langkah kebaikan pasti membuahkan kebaikan baru pada langkah berikutnya.

Dan setelah itu, marilah kita memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan dan keterbatasan yang kita miliki. Semoga saja Allah mau meringankan beban kita semua, aamiin.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 286)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s