Makna Rahmatan lil ‘aalamiin

Rahmatan lil ‘aalamiin itu kalau membenarkan ajaran Nabi, bukan membenarkan ajaran agama lain.

Diutusnya nabi kita Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai rahmatan lil ‘aalaamiin, atau rahmat bagi seluruh alam. Maksudnya, seluruh alam akan selamat di hari akhirat nanti kalau mereka mau mengikuti ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.

Sekarang, banyak orang yang memaknai rahmatan lil ‘alaamiin dengan makna “membenarkan ajaran agama lain”, dengan niat “agar terlihat bijaksana”, atau lainnya. Ini tentu saja tidak bisa dibenarkan.

Apa saja yang diajarkan oleh Nabi kita, itu akan menjadi rahmatan lil ‘aalaamiin kalau kita terapkan.

Dan siapa saja yang meninggalkan ajaran Nabi kita, maka mereka akan diancam dengan neraka, meskipun mereka terlihat “bijaksana” ketika hidup di dunia ini.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiyaa: 107)

قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”. (QS. Al-Anbiyaa: 108)

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ آذَنْتُكُمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۖ وَإِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ أَمْ بَعِيدٌ مَا تُوعَدُونَ

Jika mereka berpaling, maka katakanlah: “Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?”. (QS. Al-Anbiyaa: 109)

Inilah makna Rahmatan lil ‘aalaamiin yang sebenarnya, yaitu kita semua akan selamat kalau mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw, dan bukan malah membenarkan ajaran agama lain dengan niat “agar terlihat bijaksana” atau lainnya. Karena ayat di atas jelas-jelas menyebutkan bahwa siapa saja yang berpaling dari ajaran nabi Muhammad saw, maka dia akan mendapat ancaman di hari akhirat nanti.

Inilah makna rahmatan lil ‘aalamiin yang sebenarnya.

Sovyet, Amerika, Komunis, Atheis, Nahi Munkar dan Golput

Zaman Soekarno, semua peralatan perang kita berasal dari Sovyet. Jelas terlihat, Blok Timur ada di belakang Soekarno.

Amerika lalu ekspansi, hasilnya, di beberapa negara Asia pemimpinnya berganti, dari pro-Rusia menjadi pro-Amerika. Ini terjadi di sekitar tahun 1960an, 1970an sampai awal 1980an. Naiknya Saddam Hussein menjadi presiden Irak pada tahun 1979 juga tidak lepas dari skenario ini.

Di Indonesia, yang muncul adalah gejolak PKI, di mana kekuatan kelompok Blok Timur (Sovyet, Cina, dll) yang berdiri di belakang PKI akhirnya kalah. Lalu muncullah pemerintahan era Soeharto, dan peralatan perang kita setelah itu, tentu saja, berganti ke made in Amerika.

Yang jadi masalah, ideologi PKI itu Komunis, dan komunis itu konotasinya Atheis. Ideologi atheis yang tidak meyakini Tuhan ini tentu saja langsung berkonfrontasi dengan komponen terbesar bangsa ini, yaitu ummat Islam.

Maka selama ummat Islam kuat memegang agamanya, selama itu pula ideologi Komunis dan Atheis akan terus terbendung penyebarannya di negara kita ini. Tapi kalau ummat Islam tidak kuat memegang agamanya, maka bisa saja ideologi-ideologi anti-Tuhan akan kembali muncul di negara kita ini.

Mari kita ajari anak-anak kita pemahaman agama yang benar. Yang paling dasar tentu saja harus bisa menyebut nama Allah dengan lengkap dan benar, harus bisa hafal rukun Iman dan rukun Islam, harus mau sholat Subuh berjamaah di masjid, agar nantinya bisa menegakkan amar ma’ruf dan nahi MUNKAR (bukan nahi mangkur) di negara kita ini. Aamiin.

note:
Bukan berarti kita harus membela Amerika ya, lihat sikon-nya masing-masing. Yang motifnya hanya ekspansi ekonomi, tentu lebih kecil mudharatnya kalau dibandingkan dengan yang motifnya adalah ekspansi ekonomi dan juga ekspansi ideologi. Lihat yang mudharatnya lebih kecil, agar kita bisa terhindar dari bahaya yang lebih besar. Maka, jangan sampai kita menjadi golput hanya karena tidak bisa menilai realita ini. Karena taruhannya adalah anak cucu kita sendiri.

Tidak ada dosa turunan

Bayi kecil yang lucu, kalau ternyata ditakdirkan meninggal sesaat setelah dilahirkan, apakah nanti bayi itu akan masuk surga atau masuk neraka?

Ajaran agama yang benar, pasti berpendapat bahwa bayi itu akan masuk surga, terlepas dari apapun agama kedua orang tuanya. Karena seorang bayi tentu saja belum berdosa, dan karena seorang bayi tidaklah pantas menanggung dosa kedua orang tuanya.

Seperti itulah ajaran agama Islam, memandang adil pada semua makhluk, bahkan bayi kecil yang dilahirkan dari kedua orang tua non-muslim pun insya Allah akan masuk surga.

Tidak ada dosa turunan dalam Islam.

Bagaimana dengan agama Anda?

Apakah adil dan juga masuk akal?
Silakan dinilai masing-masing.