Perang Uhud: Agar terlihat mana yang beriman dan mana yang Munafik

​Dalam perang Uhud, sebagian penduduk Madinah pulang kembali ke Madinah dan tidak mau ikut berperang bersama Nabi. Kelompok ini dipimpin oleh Abdullah bin Ubay. Hasil perang ini, kaum Muslimin mengalami kekalahan dalam perang Uhud tersebut. Tapi di balik itu, ada satu hal yang bahkan membuat ummat Islam di Madinah menjadi makin solid dan makin kuat: karena mereka jadi tahu mana kelompok orang-orang yang beriman dan mana kelompok orang-orang yang sebenarnya Munafik.

“… agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman, dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik.” (QS. Ali Imraan: 166-167)

Maka, bagi ummat Islam, kalah atau menang itu biasa. Tapi berhenti berjuang adalah satu hal yang harus dihindari. Ambillah hikmah dari apa yang telah terjadi. Tinggalkanlah kaum munafik yang ada, karena membiarkan mereka tetap berada dalam barisan ummat Islam sama saja dengan membiarkan duri dalam daging. Mereka sudah terbukti akan meninggalkan kaum muslimin dan akan memilih kelompok lain.

Allah sendiri telah menyebutkan: “Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan.”

Sepenggal kisah perang Uhud ini, dapat dilihat pada dua ayat di bawah.

وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imraan: 166)

وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُوا ۚ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ ادْفَعُوا ۖ قَالُوا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالًا لَاتَّبَعْنَاكُمْ ۗ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيمَانِ ۚ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۗ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. Ali Imraan: 167)

Mari kita jaga diri kita dan keluarga kita dari sikap munafik seperti ini. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s