Mengapa kita sulit untuk memaafkan?

​Mengapa kita sulit untuk memaafkan Presiden Jokowi yang tidak ingat telah menandatangani aturan kenaikan tarif STNK?

Dan mengapa pula kita tidak bisa memaklumi Ustadz Novel ketika mendiamkan tulisan “Fitsa Hats”, padahal salah tulis ini sama sekali tidak memberikan efek pada rakyat Indonesia?

Mungkin, hati nurani kita sudah tertutup oleh fanatisme yang tidak benar?
Mari kita lihat lagi kebersihan hati kita.

Semua orang pernah salah, demikian juga diri kita.
Lantas mengapa kita sulit sekali untuk memaafkan?

Note:
Masalah yang sudah masuk ke jalur hukum, sebaiknya tetap diproses agar hukum bisa tetap tegak di negeri kita ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s