Bid’ah Bejana Emas

Hari ini saya mengikuti kajian, yang katanya “mengikuti manhaj salaf”.

Di bagian awal disebutkan bahwa kita wajib berpegang hanya pada Sunnah Nabi dan Sunnah Khulaafaur Raasyidiin saja. Di luar itu adalah bid’ah, dan bid’ah itu sesat, dan sesat itu tempatnya di neraka. Maka, kelompok ini sesat, kelompok itu bid’ah, kelompok anu memecah belah agama, mereka memecah belah ummat, dll.

Di bagian tengah, masuk ke inti tema (ternyata ini toh intinya), yaitu membahas hadits tentang larangan menggunakan bahan emas dan perak untuk bejana, gelas atau piring.

Di bagian akhir, disebutkan bahwa penggunaan bejana emas untuk berwudhu juga dilarang, dan larangan ini tidak berasal nabi atau para sahabat, melainkan berdasarkan kesimpulan seorang ulama yang membuat buku tsb. Tanpa sadar, dua kali ustadznya menyebutkan hal ini.

Hampir saja saya bertanya, “Yang seperti itu bid’ah bukan, Ustadz?”

Tapi ya sudahlah, semoga suatu saat nanti bisa sadar. Baarakallahu.

Semoga yang membaca artikel ini bisa faham, bahwa adil dalam menyikapi suatu hal itu Insya Allah lebih dekat pada kebenaran.
Aamiin.

Depok, 12 Desember 2016
Isa Ismet Khumaedi

#BulughulMaramBabThaharoh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s