Orang baik vs Orang yang lebih baik

Orang baik itu pada dasarnya terbagi dalam dua kelompok.

Yang pertama adalah, orang yang statusnya memang “orang baik”.
Orang yang ada di kelompok ini adalah orang-orang yang berusaha membuat dirinya menjadi baik. Jadi, apa-apa yang ada di luar dirinya kadang kala dijadikan sebagai tantangan bagi dirinya untuk bisa bertahan atau tidak. Tidak heran, terkadang orang baik yang ada di kelompok ini juga memiliki pemahaman “kenapa kejahatan harus dilarang? kalau kita punya iman yang baik bukankah kita pasti bisa bertahan?”.

Dalam sudut pandang yang ekstrim, kadang kala orang baik yang ada di kelompok ini meyakini bahwa kejahatan, atau lainnya, adalah hal yang harus ada dan tidak boleh dihilangkan, karena tanpa ada itu semua maka status baik tidaknya seseorang menjadi tidak teruji lagi.

Pendek kata, “Aku baik, dan aku bisa tetap menjadi baik meskipun di tengah lingkungan yang jahat” adalah landasan pemikiran kelompok ini.

Adapun kelompok kedua adalah kelompok “orang-orang yang baik dan selalu berusaha menebarkan kebaikan pada orang di sekitarnya”.
Bersamaan dengan dengan itu, kelompok ini juga berusaha agar kejahatan tidak berada di sekelilingnya, karena hal itu bisa mengganggu usahanya untuk menebarkan kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Kelompok ini meyakini bahwa tidak semua orang bisa menjadi baik, atau tidak semua orang bisa bertahan terhadap godaan-godaan kejahatan yang ada di sekitarnya. Maka kelompok ini akan selalu merasa terpanggil untuk mencegah kejahatan, karena meyakini bahwa kalau kejahatan itu muncul di muka umum, maka ada banyak orang awam yang akan tertipu, atau ada banyak orang berilmu yang akan tergoda.

Kelompok pertama adalah kelompok yang baik. Tapi kelompok kedua adalah kelompok yang lebih baik, karena di dalam Islam, kita dididik untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebaikan dan mencegah kejahatan), dan kita tidak dididik untuk sekedar menjadi manusia yang bisa bertahan terhadap kejahatan saja.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imraan:110)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s