​Larangan membuat bid’ah bagi Khulaafaur Raasyidiin

Di dalam Islam, ada larangan yang berlaku bagi ummat Islam tapi tidak berlaku bagi Nabi Muhammad saw, misalnya larangan untuk tidak menikahi lebih dari empat wanita.

Ini adalah kekhususan hanya untuk nabi kita saja, tapi tidak untuk yang lain.

Maka, kalau ada larangan membuat bid’ah, maka larangan ini juga berlaku bagi Khulafaaur Raasyidiin. Jadi kalau Khulaafaur Raasyidiin membuat syariat baru dalam masalah ibadah, maka hukumnya seharusnya adalah bid’ah -> sesat -> neraka. Karena larangan bagi seluruh ummat Islam juga berlaku bagi Khulaafaur Raasyidiin, tanpa ada pengecualian. Jadi kalau Khulaafaur Raasyidiin mengubah sholat Subuh menjadi tiga roka’at maka itu adalah bid’ah, karena tidak ada yang boleh mengubah syariat nabi kita.

Adalah aneh kalau kita berpendapat bahwa bid’ah itu dilarang tapi larangan ini tidak berlaku bagi Khulaafaur Raasyidiin.

Yang benar adalah, tidak semua hal baru itu bid’ah, baik dalam masalah ibadah ataupun bukan, dan Khulaafaur Raasyidiin juga tahu mana hal baru yang bid’ah dan mana yang bukan, dan yang bukan bid’ah itulah yang mereka kerjakan.

Artinya, tidak semua hal baru itu bid’ah, karena semua larangan dalam agama ini juga berlaku bagi Khulaafaur Raasyidiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s