​​Sabar vs Kemungkaran

Banyak ummat Islam yang salah memahami konsep Sabar.

Mereka mengatakan, “kita harus sabar dalam menerima kemungkaran”.

Padahal, yang diajarkan dalam Islam adalah “kita harus memerangi kemungkaran, dan kita harus sabar dalam menghadapi semua konsekuensinya”.

Seperti nasehat Luqman pada anaknya, lakukanlah amar ma’ruf nahi mungkar lalu bersabarlah atas apa yang akan kita alami.

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Luqman ayat 17)

Semoga kita bisa termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran serta bisa sabar menerima apa yang akan menimpa diri kita setelah itu, aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s