​Ahok tidak boleh jadi Gubernur lagi

Dalam kasus korupsi bus Trans-Jakarta, Ahok bebas.
Dalam kasus korupsi reklamasi, Ahok bebas.
Dalam kasus Sumber Waras, lagi-lagi Ahok bebas.

Terakhir, dalam kasus penistaan Al-Qur’an, Kabareskrim bahkan mengatakan bahwa mereka tidak bisa memeriksa Ahok karena “belum mendapat ijin dari Presiden”.

Akhirnya, meledaklah kemarahan rakyat dalam bentuk aksi damai 411 di depan istana negara, yang dihadiri oleh satu juta ummat islam.

Untuk kasus terakhir, yaitu kasus penistaan Al-Qur’an, kalau kasusnya terjadi di Pakistan atau Saudi, mungkin pelakunya sudah dihukum gantung. Tapi di Indonesia, ummat Islam hanya meminta hukuman yang adil: Penjarakan Ahok sepertihalnya Arswendo yang dulu menghina Nabi Muhammad atau seperti kasus ibu-ibu yang menghina agama Hindu. Itu saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Tapi dengan melihat kasus-kasus korupsi sebelumnya, yang Ahok selalu bebas dari jeratan hukum, maka seharusnya ummat Islam juga mengambil sikap: Ahok tidak boleh jadi Gubernur lagi! Karena sudah terbukti, Ahok memiliki beking yang akan mengambil sebagian area kita melalui langkah yang amat halus, dan itu semua akhirnya merusak tatanan hukum di negara kita ini. Artinya, para pendukung Ahok akan mati-matian memperjuangkan Ahok, bahkan sampai pada taraf meng-intervensi hukum agar Ahok selalu bebas dari jeratan hukum.

Maka, Ahok tidak boleh jadi Gubernur lagi. Jangan biarkan semua intervensi yang sudah terjadi terulang lagi. Dan mari kita tunjukkan bahwa semua yang akan merusak tatanan hukum ini, mereka semua harus diluruskan.

Kembali pada kelompok pembela Ahok, bahkan sampai pada detik terakhir Presiden masih tetap tidak mau menjumpai para demonstran dan malah memilih untuk “berkunjung ke bengkel Bandara”. Tapi akhirnya, tekanan politik mampu memberikan hasil: Presiden akhirnya mengeluarkan pernyatan untuk tidak akan meng-intervensi kasus Ahok.

Di sini, ada dua pelajaran untuk kita. Yang pertama, nasihat pada pemimpin tidak selamanya harus disampaikan melalui jalur empat mata atau jalur halus, ada kalanya kita harus mengambil langkah yang tegas untuk menyampaikan nasehat ini. Dan yang kedua, penyelewengan yang sudah terjadi secara terang-terangan harus diluruskan secara terang-terangan pula, agar masyarakat bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Jangan biarkan negeri ini hancur akibat adanya sekelompok asing yang ingin menguasai Indonesia, karena kelompok ini sudah terbukti akan merusak tatanan hukum di negara kita, dan sudah terbukti merusak keharmonisan ummat beragama di negeri ini.

Dan untuk mewujudkan itu semua, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan agar: Ahok tidak lagi jadi Gubernur!


Isa Ismet K
Depok, 18 Nov 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s