Demonstrasi Haram?

Dulu, ada yang mati-matian menyuarakan fatwa “Demonstrasi Haram”.

Sekarang, sepertinya sebagiannya sudah sadar, bahwa tidak selamanya demonstrasi  itu haram.

Sederhananya, ada yang salah dalam  memahami slogan “lebih utama meninggalkan mudharat daripada mengejar manfaat”, akhirnya  semua hal yang ada mudharatnya ditinggal, termasuk di dalamnya adalah demonstrasi.

Padahal, bukan seperti itu yang diajarkan oleh Islam. Karena kalau kita wajib menghindari mudharat sekecil apapun dan mengabaikan manfaat yang besar, maka seharusnya para dokter haram untuk melakukan operasi, karena pada setiap operasi pasti ada mudharatnya. Dari sini saja  bisa terlihat mana pendapat yang benar dan mana pendapat yang tidak benar.

Intinya, yang diajarkan oleh Islam adalah:

1. Kalau manfaatnya lebih besar dari mudharatnya, lakukanlah.

2. Kalau mudharatnya lebih besar dari manfaatnya, tinggalkanlah.

3. Dan kalau mudharatnya sama besar dengan manfaatnya, maka tinggalkan juga, karena “lebih utama meninggalkan mudharat daripada mengejar manfaat”. Di sinilah slogan tersebut diletakkan, yaitu saat “mudharat dan manfaatnya sama besar“.

Islam juga melarang pembunuhan, tapi Islam justru membolehkan ditegakkannya qishah pembunuhan untuk menjamin keberlangsungan hidup ummat Islam. Bahkan dalam kasus peperangan, Islam malah menyuruh kita untuk membunuh musuh yang menyerang kita. Ini adalah bukti, bahwa agama kita berdiri di atas prinsip prioritas.

Kembali pada kasus demonstrasi, barang siapa yang memvonis demonstrasi haram hanya dengan melihat sisi mudharatnya saja, maka sesungguhnya dia telah salah.

Dan barang siapa yang menilai demonstrasi dengan melihat manfaat serta mudharatnya, maka sesungguhnya dia telah benar dalam memahami agama kita ini.

Pada setiap kondisi, manfaat dan mudharatnya harus selalu kita bandingkan, inilah pemahaman Islam yang benar.

Semoga kita terhindar dari pemikiran yang terlalu mudah menggeneralisir, dan akhirnya terlalu mudah  mengharamkan serta mudah menuduh orang lain telah melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang, padahal tuduhan itu berdiri di atas pemahaman yang tidak benar.

Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s