Memilih Pemimpin

Agama kita memerintahkan kita untuk memilih pemimpin dari kalangan ummat Islam sendiri. Ini bukan dalam rangka memusuhi penganut agama lain, tapi dalam rangka memastikan bahwa semua kebutuhan ummat Islam dalam masalah dunia dan akhirat bisa tetap terpenuhi. Hanya pemimpin Muslim yang bisa menuntun kita ke arah yang lebih baik di dunia dan akhirat nanti.

Janganlah kita menjadi orang yang mendzalimi diri kita sendiri dengan cara memilih non-muslim sebagai pemimpin kita.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maaidah ayat 51)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s