Teman Ahok: Sudahlah pahit, sepah dibuang!

Dalam dunia politik, sepertinya ada juga yang namanya tujuan dan cara. Contoh, bagaimana caranya menyelamatkan Ahok dari kasus korupsi reklamasi pantai? Gampang. Caranya, pinjam saja tangan mentri anu anu anu, lalu tiba-tiba masalah reklamasi ini jadi tanggung jawab pemerintah pusat. Maka, selamatlah Ahok.

Lalu, bagaimana caranya menyelamatkan Ahok dari kasus korupsi RS Sumber Waras? Gampang. Atur saja kongkalikong antara badan ini dan badan itu, kembalikan uangnya, lalu tiba-tiba Ahok pun bebas dari tuduhan korupsi.

Ini dua contoh saja. Masalah berikutnya, siapa yang telah menolong Ahok dalam dua kasus di atas? Jawabannya, yang pasti bukan orang-orang yang berada dalam aktifitas Teman Ahok, karena orang-orang yang ada dalam aktifitas Teman Ahok hanyalah pion-pion yang tidak memiliki wewenang apa pun. Mereka hanyalah kumpulan orang-orang yang mau berjuang dengan landasan emosional, dan mau menjadi sukarelawan (yang penting dibayar?) untuk mensukseskan Ahok agar bisa terpilih lagi menjadi DKI-1 melalui jalur independen. Jadi, bagaimana kalau orang yang telah menolong Ahok dalam dua kasus di atas ternyata meminta Ahok untuk maju pilkada melalui jalur partai? Apakah Ahok akan memilih teman yang telah menyelamatkannya ini? Atau akan memilih untuk tetap maju via jalur independen bersama Teman Ahok? Ya, sudah jelas toh apa jawabannya. Masa Ahok akan memilih pion-pion yang tidak akan bisa menolongnya seandainya muncul masalah baru nanti? Sudah pasti, Ahok akan meninggalkan Teman Ahok dan bergabung lagi dengan teman-teman lamanya di partai. Welcome home, Bro.

Cuma masalahnya, bagaimana caranya agar Ahok bisa cerai dengan Teman Ahok dengan “tanpa melukai perasaan” orang-orang yang ada di Teman Ahok? Gampang. Bongkar saja semua kesalahan Teman Ahok via media massa. Sudah pasti, kredibilitas Teman Ahok akan hancur. Lalu setelah Teman Ahok jatuh, maka Ahok tinggal melenggang ke pelukan partai yang sudah siap menampungnya. Gampang, khan?

Maka sekarang lihat, media-media yang dulu sangat mendukung Ahok ternyata tiba-tiba berubah menjadi media yang sangat aktif mengungkit-ungkit kesalahan Teman Ahok. Padahal, ini hanyalah cara, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Yang kasihan adalah orang-orang yang ada di dalam Teman Ahok. Sudahlah mereka peras keringat dari awal, setelah berpahit-pahit ria berjuang mengumpulkan KTP, ternyata yang datang berikutnya adalah episode Sepah Dibuang. Sederhananya, “Sudahlah pahit, sepah dibuang!”.😅

Well, ini hanyalah satu prediksi, bahwa Teman Ahok akan ditalak tiga oleh Ahok sebentar lagi, karena Ahok tidak mungkin poligami. Dan yang namanya prediksi, tentu saja bisa salah dan bisa benar. Tapi untuk lebih meyakinkan lagi, biarlah saya membuat janji politik untuk mendukung teori ini. Janji politik itu adalah: “Kalau ternyata Ahok tidak menceraikan Teman Ahok, maka biarlah Ahok loncat dari Monas“. ✌
Setuju khan? Karena ini adalah janji politik yang sifatnya win-win solution. Ok?

Kalau setuju, please share ya, biar para sukarelawan Teman Ahok bisa siap-siap mental untuk menghadapi perceraian yang amat sangat pahit ini, sepahit sepah yang akan dibuang. 😰

Depok, 23 Juni 2016

Isa Ismet Khumaedi
Pengamat politik kagetan yang jarang nulis tentang politik dan juga jarang makan nasi bungkus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s