Mudik Lebaran – Ibadah Muamalah baru yang bukan Bid’ah

Mudik Lebaran itu dalam rangka silaturahmi dengan keluarga. Bersamaan dengan itu, biasanya kita melakukan hal-hal ini juga:
1. Saling meminta maaf
2. Saling mengunjungi teman dan saudara
3. Menyempatkan diri ziarah kubur keluarga di kampung (kapan lagi?)
4. Menikmati apa yang dihidangkan, entah itu ketupat atau lainnya
5. Jalan-jalan bersama keluarga, agar anak-anak bisa dekat dengan saudara sepupunya
6. dan lainnya lagi.

Ini semua adalah bagian dari ibadah muamalah, yang sekarang dilakukan oleh hampir seluruh ummat Islam di Indonesia. Hukumnya adalah boleh, dan mungkin juga sunnah atau bahkan bisa jatuh ke wajib, karena perintah menjaga silaturrahim itu sendiri adalah wajib, hanya caranya yang tidak diatur.

Ibadah yang caranya “harus ikut cara nabi” itu hanyalah ibadah mahdhoh saja, yang berbentuk ritual. Ibadah seperti inilah yang hukum asalnya adalah tidak boleh, kecuali kalau ada perintah, dan caranya harus ikut cara nabi.

Adapun Ibadah Muamalah adalah ibadah yang ada perintahnya, tapi caranya diserahkan pada kita sendiri. Ibadah dalam kategori ini, hukumnya adalah “cara apapun boleh dilakukan, asalkan tidak melanggar larangan agama”.

Jangan sampai kita tidak bisa membedakan dua jenis ibadah ini, lalu kita sibuk membid’ahkan ibadah muamalah yang menurut kita tata caranya harus ikut cara nabi, akhirnya kita malah susah sendiri. Ujung-ujungnya, hidup kita terkurung aturan “serba tidak boleh” yang sebenarnya kita buat-buat sendiri.

Islam adalah agama yang fleksibel, maka janganlah kita mempersulit diri kita sendiri, karena mempersulit diri juga merupakan satu hal yang dilarang oleh agama kita.
Mari kita nikmati kemudahan dalam agama kita ini.

Selamat siap-siap untuk mudik.
Jagalah silaturrahim dengan karib kerabat kita di kampung halaman, terutama dengan orang tua kita.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) HUBUNGAN SILATURRAHIM. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)

     عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ – ر البخاري

Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya ( kebaikannya ) maka BERSILATURAHMILAH.” ( HR. Al-Bukhari )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s