Dalil kaum Khawarij

Ahlu sunnah berpegang pada ayat-ayat muhkamat di dalam Al-Qur’an karena itu adalah inti agama islam, dan mereka saling bertoleransi dalam memahami ayat-ayat mutasyabihat, apalagi dalam hal-hal yang tidak ada ayatnya dan hanya bermodalkan ucapan ulama saja.

Adapun kaum Khawarij, mereka tidak memahami Al-Qur’an maka mereka tidak tahu mana ayat muhkamat dan mana ayat mutasyabihat. Lalu mereka menyibukkan diri dengan pendapat-pendapat ulama mereka dan mereka menjadikan pendapat ulama mereka itu sebagai hakim bagi seluruh umat manusia, tanpa mereka sadari bahwa hal itu sebenarnya berdiri di atas ayat-ayat mutasyabihat atau bahkan tidak ada ayatnya sama sekali. Mereka merasa bahwa dengan mengikuti pendapat ulama mereka itu berarti mereka telah berpegang pada islam yang benar, padahal metode yang mereka gunakan adalah metode kaum khawarij yang sudah diancam akan masuk neraka.

Contohnya, mereka menuhankan ucapan ulama mereka dalam masalah khilafiyah yang dalilnya tidak muhkamat, lalu mereka mencela, mencaci dan menghina sesama muslim dengan penuh semangat, padahal bertutur kata yang baik dan menghormati sesama muslim adalah satu hal yang amat penting dalam agama kita ini dan itu semua berdiri di atas dalil ayat-ayat muhkamat.

Inilah kaum khawarij pada zaman ini. Mereka adalah kaum yang akan menimbulkan fitnah berdasarkan ayat di bawah ini.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS Ali Imran, ayat 7).

Dan Nabi kita sudah memperingatkan kita terhadap kaum seperti ini, yaitu kaum yang tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai dalil, dan sebagai gantinya mereka sibuk dengan ucapan manusia, lalu mereka menjadikan ucapan manusia itu sebagai dalil untuk memusuhi sesama muslim.

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:  Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. MEREKA BERBICARA DENGAN PEMBICARAAN YANG SEOLAH-OLAH BERASAL DARI MANUSIA YANG TERBAIK. Mereka membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

Semoga kita semua terhindar dari sikap seperti ini. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s