Aku (bukan) wahabi!

Kalau seandainya Wahabi adalah orang yang kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah nabi berdasarkan pemahaman Salafus Shalih, maka saksikanlah bahwa aku adalah Wahabi.

Tapi kalau yang dimaksud dengan Wahabi adalah orang-orang yang menomorsatukan hadits di atas Al-Qur’an, atau menyibukkan diri dengan hadits-hadits dan menomorsekiankan Al-Qur’an, atau sibuk membahas tema bid’ah tapi tetap tidak faham juz’amma meskipun sudah ikut kajian bertahun-tahun, atau sibuk membahas masalah-masalah khilafiyah dan memilih satu pendapat lalu membid’ahkan serta menyesatkan pendapat lain, atau hanya mau ikut pengajian pada satu kelompok saja dan membid’ahkan pengajian dari kelompok lain, atau hanya sibuk meributkan masalah tata cara ibadah dan melupakan wajibnya akhlak yang baik pada sesama muslim sepertihalnya kaum Khawarij, atau lebih suka memusuhi sesama muslim dan malah berkawan dengan kaum kafir, atau menutup mata pada penjajahan Zionis Israel atas tanah Palestina dan lebih suka mengirimkan dana kita pada kelompok-kelompok yang memerangi sesama muslim, atau lebih suka mencari-cari perbedaan kecil di antara sesama muslim dan malah melupakan hal-hal besar dalam agama kita, atau sibuk mengatakan kafir kafir kafir pada orang tua nabi kita dengan tanpa perasaan sama sekali padahal itu adalah masalah khilafiyah, atau lebih suka menghina keturunan nabi daripada menghormati mereka dalam batasan yang wajar, atau lupa bahwa Imam Mahdi akan datang dari kalangan ahlul bait nabi, atau sibuk menuduh kafir kafir kafir pada sesama muslim seenaknya saja, atau menuduh sesat pada kelompok sufi secara membabi buta (padahal Muhammad al-Fatih berasal dari kalangan sufi), atau mengatakan bahwa bermadzhab itu sesat (padahal Salahuddin al-Ayyubi dan ribuan ulama lainnya juga bermadzhab), atau menuduh kaum Asy’ari serta kaum Maturidi sebagai kelompok sesat (padahal ada ribuan ulama di situ sejak lebih dari seribu tahun yang lalu),  kalau itu yang namanya Wahabi, maka saksikanlah bahwa Aku Bukan Wahabi!

Depok, 19 Januari 2016

Isa Ismet Khumaedi

Note:
Ahlu sunnah yang benar adalah orang-orang yang berusaha kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar, dan tetap menjaga agar tidak terjatuh pada sikap-sikap negatif yang disebutkan pada paragraph kedua di atas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s