Di mana Allah?

1. Pendapat empat Imam Madzhab.
– kami mengimani ayat tentang Allah ber-istiwa di atas ‘Arsy
– itu ayat Mutasyaabihaat.
– kami tidak memastikan apakah Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy atau tidak.
– makna sebenarnya kami serahkan pada Allah.
– inilah pendapat Tafwidh (menyerahkan maknanya kepada Allah)

2. Jumhur Ulama (kaum Asy’ari)
– kami mengimani ayat tentang Allah ber-istiwa di atas ‘Arsy.
– itu ayat Mutasyaabihaat.
– kami tidak memastikan apakah Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy atau tidak.
– makna sebenarnya kami serahkan pada Allah.
– tapi kalau mau dijelaskan, maka gunakanlah makna yang lebih pantas untuk Allah, misalnya Allah berada di atas singgasana-Nya maksudnya adalah Allah Maha Tinggi dan menguasai segala sesuatu.
– inilah pendapat Ta’wil (menta’wilkan makna istiwa-nya Allah dengan makna yang pantas bagi Allah).

3. Pendapat Ibnu Taimiyah
– kami mengimani ayat tentang Allah ber-Istiwa di atas ‘Arsy.
– itu ayat Muhkamat.
– Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy.
– keberadaan Allah di atas ‘Arsy berbeda dengan keberadaan makhluk pada tempatnya.
– inilah pendapat Tatsbit (memastikan bahwa Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy.)

4. Pendapat kaum Mujassimah
– kami mengimani ayat tentang Allah ber-Istiwa di atas ‘Arsy.
– itu ayat Muhkamat.
– Fisik Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy.
– keberadaan Allah di atas ‘Arsy berbeda dengan keberadaan makhluk pada tempatnya.
– inilah pendapat Tajsim (memastikan bahwa Allah benar-benar punya fisik dan punya anggota badan lainnya, serta menempati suatu tempat sepertihalnya makhluk).

5. Pendapat kaum Musyabbihah
– kami mengimani ayat tentang Allah ber-Istiwa di atas ‘Arsy.
– itu ayat Muhkamat.
– Fisik Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy.
– keberadaan Allah di atas ‘Arsy sama dengan keberadaan makhluk pada tempatnya, misalnya sama seperti manusia yang duduk di atas kursi.
– inilah pendapat Tasybih (meyakini Allah punya fisik dan meyakini bahwa fisik serta keberadaan Allah sama dengan fisik dan keberadaan manusia.)


Pendapat nomor 4 (Mujassimah) dan nomor 5 (Musyabbihah) adalah pendapat yang sesat.

Pendapat nomor 3 (Tatsbit) mirip dengan nomor 4 (Mujassimah) dan juga mirip dengan nomor 5 (Musyabbihah), dan riskan jatuh pada kesesatan.

Yang aman, ambillah pendapat nomor 1 (tafwidh), atau pendapat nomor 2 (ta’wil). Insya Allah ini lebih aman, karena jauh dari pendapat nomor 4 (Mujassimah) dan pendapat nomor 5 (Musyabbihah).

sumber:
Buku “Aqidah Salaf dan Khalaf”, karangan Syaikh DR. Yusuf Al-Qardhawi.

sumber artikel ini:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/12/26/di-mana-allah-2/

Artikel lain tentang “Di mana Allah??” beserta tabel perbandingan pendapat ulama:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/01/17/di-mana-allah/

Artikel lainnya tentang “Tangan Allah”:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/12/13/tangan-allah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s