Bencana Mujassimah

Dulu, di abad 3 Hijriyah, madzhab Hambali terkena bencana. Mereka terkena virus Mujassimah yang mengatakan bahwa Allah punya fisik. Pengikut aliran ini juga radikal, dan mereka mudah menuduh bahkan membunuh para ulama ahlu sunnah.

Ciri-ciri mereka:
1. Sering menyebut-nyebut nama Imam Ahmad (karena mereka ngaku-nya adalah murid-murid imam Ahmad, padahal mereka telah menyimpang dari ajaran imam Ahmad.)
2. Sering menuduh orang lain sebagai syiah.
3. Gemar membahas hal-hal yang berkaitan dengan sifat-sifat fisik Allah, seperti tangan Allah, Allah berdiam di ‘Arsy, atau lainnya.

Salah satu ulama yg menjadi korban adalah Imam Ath-Thabari yang merupakan ahli tafsir terbesar sepanjang masa, dan kisahnya direkam oleh para ulama ahli sejarah dari kalangan Ahlu Sunnah dalam kitab-kitab mereka.

Kisah Imam Ath-Thabari yang terdzalimi:
https://ismetkh.wordpress.com/2014/12/21/imam-at-thabari-yang-terdzalimi/

Ibnu Taimiyah dari madzhab Hambali, sepertinya terkena virus mujassimah ini. Akhirnya para ulama empat madzhab mengadilinya dan menyatakannya sesat, lalu dia dipenjara sampai wafatnya.

Kisah dipenjarakannya Ibnu Taimiyah menurut para ulama ahlu sunnah:
http://www.aswj-rg.com/2014/06/sebab-ibn-taimiyah-dibantah-dan-dipenjarakan-oleh-para-ulama-dan-qadhi.html

Sayangnya, pemikiran Ibnu Taimiyah ini terus berkembang di Damaskus. Damaskus dulunya adalah pusat kerajaan bani Umayyah.

Lalu beberapa ratus tahun kemudian, ada orang yg belajar islam di Damaskus, mewarisi pemikiran Ibnu Taimiyah ini. Orang itu adalah Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW).

Kalau dulu mereka mengatakan Imam Ath-Thabari sesat, maka sekarang mereka mengatakan bahwa Imam Ibnul Jauzi, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi telah salah dalam beberapa sisi aqidahnya. Bahkan salah seorang ustadz mereka menuliskan bahwa Asy’ari dan Maturidi adalah aliran sesat, padahal dua madzhab aqidah ini adalah madzhab utama Ahlu Sunnah dan juga menjadi perwakilan Ahlu Sunnah selama lebih dari seribu tahun sejarah Islam di muka bumi ini.

Juga, Damaskus adalah pusat Nashibi warisan bani Umayyah. Nashibi adalah aliran yang membenci bani Hasyim, terutama sekali ahlul bait dari keturunan Ali ra. Maka ketika Wahabi dan bani Saud menguasai Haromain, mereka pun mengusir bani Hasyim dari sana.

Sejarah penguasa Haromain:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/04/27/penguasa-haromain/

Maka tidak heran mengapa wahabi sangat membenci Syiah yang mengkultuskan keluarga nabi, karena wahabi memang berasal dari kelompok yang membenci keluarga nabi. Dan tidak heran pula kalau kita melihat bahwa banyak ulama panutan Wahabi berasal dari Damaskus seperti Ibnu Taimiyah, Adz-Dzahabi, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu Katsir, Muhammad bin Abdul Wahhab dan juga Syaikh Albani atau lainnya, semuanya dari Damaskus atau lama tinggal di Damaskus. Damaskus adalah benang merah antara kaum Nashibi yang membenci ahlul bait dengan kaum Wahabi yang mewarisi ideologi tersebut, lalu ideologi ini dipakai oleh bani Saud dari Najd.

Bani Saud sendiri berasal dari kalangan arab Badui di daerah Najd di Riyadh, lalu dengan bantuan Inggris dan Amerika mereka memberontak terhadap khilafah Turki Utsmani dan mengalahkan Bani Hasyim di wilayah Hijaz, kemudian menguasai Jazirah Arab dengan nama Saudi Arabia.

Warga Wahabi biasanya akan mengatakan bahwa Bani Saud di Najd tidak memberontak kepada khilafah Turki Utsmani, padahal khalifah Turki Utsmani berkali-kali memerangi mereka. Mari kita pikirkan, apa hukum berperang melawan khalifah?

Website kedutaan besar Saudi Arabia di Amerika menyebutkan bahwa khalifah Turki Utsmani memerangi Bani Saud:
https://www.saudiembassy.net/about/country-information/history.aspx

Warga Wahabi juga biasanya akan mengatakan bahwa kekuasaan Khilafah Turki Utsmani tidak mencakup jazirah Arab, padahal di awal abad 20 Masehi, khilafah Turki Utsmani pernah membuat jalur kereta dari Istambul menuju Makkah, dan proyek ini berhenti di tengah jalan karena adanya pemberontakan suku-suku Arab.

Silakan lihat foto-foto serta peta jalur Hijaz Railway pada link berikut:
https://ismetkh.wordpress.com/2014/12/07/fakta-sejarah-jalur-kereta-api-istanbul-makkah/

Ketika Bani Saudi dari kalangan Arab Badui di Najd menjatuhkan bani Hasyim dari kekuasaannya di tanah Haromain, nubuwah nabi kembali terbukti. Orang kampung yg biasa berjalan telanjang kaki, mereka akan menjadi tuan bagi kaum terhormat, dan ini salah satu tanda kiamat. Saat itu, tuan yang tidak bisa berfikir panjang ini, akan membuat keonaran di sana-sini. Dan mungkin itulah makna Najd sebagai pusat tanduk setan. 😦

Di dalam Al-Qur’an sendiri, kaum Arab Badui digambarkan sebagai kaum yang memiliki banyak sifat negatif, dan sifat-sifat ini dijelaskan secara eksplisit oleh Al-Qur’an.

Sifat Arab Badui menurut Al-Qur’an:
https://ismetkh.wordpress.com/2014/11/24/arab-badui/

Dan sekarang, kelompok Arab Badui ini mewarisi pemahaman Mujassimah yang tidak hanya sesat karena menganggap Allah punya fisik, tapi juga radikal karena mudah menuduh dan mudah menyalahkan orang lain yang berbeda pendapat. Bisa ditebak, orang-orang yang suka memaki, mencaci, mencerca, membid’ahkan dan mengkafirkan akan mudah muncul dari kelompok ini. Fakta membuktikan, hampir semua teroris di Indonesia mengaku bahwa mereka mengikuti pemahaman Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) dan itu dibuktikan dalam buku para teroris itu sendiri. Bahkan, ISIS juga menginduk pada pemahaman Wahabi.

Watch “Memahami Teroris dan Wahabi dalam 1 Video” on YouTube – https://youtu.be/rxtciTno8eY

Dua ciri utama kelompok teroris ini adalah mereka meyakini bahwa memotong celana di atas mata kaki adalah wajib, dan juga wajib memanjangkan jenggot (bahkan terlihat tidak terurus). Inilah pemahaman Wahabi.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Baari dan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa memanjangkan celana melebihi mata kaki adalah boleh selama tidak disertai dengan niat sombong.

Lihat pendapat kedua imam Ahlu Sunnah ini:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/02/22/isbal-boleh-asal-tidak-sombong-syarah-shahih-bukhari-dan-syarah-shahih-muslim/

Adapun tentang jenggot, Imam Nawawi menyebutkan bahwa memotong jenggot untuk merapihkannya adalah baik. Dan seperti ini pula lah contoh dari dua ulama besar kita yaitu KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, silakan lihat foto jenggot mereka pada link di bawah ini:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/09/13/jenggot-contoh-dari-ulama-kita/

Terakhir, sekilas tentang Syiah, MUI kita menjelaskan bahwa syiah itu terbagi menjadi tiga kelompok, dan dari tiga kelompok itu hanya ada satu kelompok yang disebut sebagai kafir, yaitu Syiah Ghulat. Kelompok kedua adalah Syiah Rafidhah yang sesat tapi masih dianggap sebagai bagian dari Islam. Adapun kelompok ketiga adalah Syiah Zaidiyah yang bahkan masih bisa diterima oleh mayoritas ulama Ahlu Sunnah.

Screenshoot buku MUI ttg hal ini:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/11/12/mui-syiah-terbagi-tiga/

Jadi, MUI kita tidak memukul rata dan juga tidak mengatakan bahwa “Syiah itu bukan Islam” atau “Syiah itu kafir”. Hal ini berbeda dengan Wahabi yang kemana-mana selalu mengatakan bahwa “Syiah itu bukan Islam” atau “Syiah itu kafir”. Karena Wahabi memang mewarisi ideologi bani Umayyah yang membenci keturunan Ali ra, sehingga semua yang berbau keluarga nabi atau keluarga Ali harus diberi label Syiah, minimal sekali Syiah Zaidiyah. Menurut Syiah, Muawiyah dan bapaknya akan masuk neraka, sedangkan menurut Wahabi orang tua Ali dan orang tua nabi wajib masuk neraka. Adapun bagi kita Ahlu Sunnah wal Jamaah, mari kita doakan agar sholawat serta salam senantiasa tercurah pada nabi kita, pada seluruh keluarganya, dan juga pada seluruh sahabatnya serta semua ummatnya yang mengikuti mereka hingga hari kiamat nanti.

Allaahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad, wa ‘alaa aalihi wa ashaabihi wa man tabi’ahum ilaa yaumil qiyaamah. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.


Kesimpulan:
Madzhab Hambali pernah terkena bencana. Mereka terkena virus Mujassimah yang mengatakan bahwa Allah punya fisik. Pengikut aliran ini juga radikal, dan mereka mudah menuduh bahkan membunuh para ulama ahlu sunnah. Dulu Imam Ath-Thabari menjadi korban, dan sekarang para ulama Ahlu Sunnah seperti Ibnul Jauzi, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi mereka sebut telah salah dalam beberapa sisi aqidahnya.

Ciri-ciri kelompok Mujassimah radikal ini:
1. Sering menyebut-nyebut nama Imam Ahmad (karena mereka ngaku-nya adalah murid-imam Ahmad, padahal mereka telah menyimpang dari ajaran imam Ahmad.)
2. Sering menuduh orang lain sebagai syiah.
3. Gemar membahas hal-hal yang berkaitan dengan sifat-sifat fisik Allah, seperti tangan Allah, Allah berdiam di ‘Arsy, atau lainnya.

Semoga kita terhindar dari kelompok seperti ini. Aamiin.

Depok, 7 Desember 2015

Isa Ismet Khumaedi
#orang biasa yang sedang berusaha menjadi ustadz bagi anak-anaknya

sumber artikel ini:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/12/07/bencana-mujassimah/

#artikel ini mungkin akan terus diupdate, dan artikel versi terbaru bisa dilihat pada link terakhir di atas.
#kalau dirasa bermanfaat, please share, agar makin banyak orang yang tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s