MUI: Syiah Rafidhah masih muslim dan bukan kafir

Sekarang ada kelompok yang kemana-mana sibuk mengatakan bahwa syiah itu bukan islam. Akibatnya, umat islam saling menyerang satu sama lain. 😦

Pemahaman radikal seperti ini harus dibendung, dan kalau perlu harus dipersempit gerakannya.

MUI kita juga sudah mengeluarkan buku panduan tentang syiah. Disitu disebutkan bahwa syiah terbagi tiga. Yang pertama adalah kafir, yang kedua adalah sesat (tapi tidak kafir dan masih dianggap islam) dan yang satu lagi bahkan masih bisa diterima oleh mayoritas ulama.

Syiah yang menuhankan Ali dan menabikan Ali, itulah Syiah yang kafir. Mereka bukan Islam.

Syiah yang tidak menuhankan Ali dan tidak menabikan Ali, tapi mereka melaknat para sahabat nabi, inilah Syiah Rafidhah, dan mungkin inilah syiahnya Iran saat ini. Para ulama kita menghukumi syiah ini dengan status sesat tapi bukan kafir. Mereka masih dianggap sebagai muslim, sebagai saudara kita, tapi mereka harus kita luruskan dengan jalan yang baik, bukan dengan jalan peperangan.

Adapun syiah ketiga adalah Syiah Zaidiyah yang tidak menuhankan Ali, tidak menabikan Ali, tidak melaknat para sahabat nabi, tapi mereka berpendapat bahwa Ali lebih utama dari yang lain. Syiah ini, masih bisa diterima oleh mayoritas ulama kita.

Kembali pada Syiah nomor dua atau Syiah Rafidhah di atas, MUI kita menghukumi mereka sebagai sesat tapi tidak kafir, dan mereka masih dianggap sebagai muslim.

Hati-hati dengan kelompok yang kemana-mana sibuk mengatakan bahwa Syiah itu bukan islam, atau Syiah itu kafir dan lainnya. Mereka menuduh syiah secara umum, dengan maksud untuk mengkafirkan Syiah Rafidhah. Hati-hati dengan dengan kelompok seperti ini, karena pendapat mereka adalah pendapat radikal yang bisa memecah belah ummat islam, dan bisa membuat Indonesia menjadi seperti Suriah atau lainnnya.

Silakan lihat buku MUI di bawah. Di situ jelas terlihat MUI kita menjelaskan bahwa Syiah Rafidhah itu sesat, tapi mereka tidak kafir dan mereka masih dianggap sebagai muslim.

Tolong share tulisan ini, agar penjelasan MUI kita ini bisa tersebar di kalangan ummat Islam Indonesia, dan agar kita terhindar dari perang saudara di antara kita sendiri.

Saat men-share tulisan ini, kalau ada yang mengatakan “Anda Syiah” atau “Anda pembela syiah”, maka sadarilah bahwa orang-orang itulah yang sudah termakan slogan-slogan radikal yang bisa memecah belah ummat islam di Indonesia ini.

Katakan saja pada mereka, bahwa MUI kita juga berpendapat seperti itu, dan MUI kita bukan Syiah,  juga bukan pembela Syiah.

Untuk kita sendiri, mari kita cukupkan diri kita untuk mengikuti petunjuk dari MUI kita, dan bukan malah mengikuti pemahaman-pemahaman radikal yang berpotensi memecah belah ummat Islam Indonesia, dan bertentangan dengan apa yang telah dijelaskan oleh MUI kita.

Buku MUI bisa dilihat di bawah.

Tolong share tulisan ini.

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s