Imam Malik tidak mengklaim kebenaran

Imam Malik pernah diminta oleh khalifah al-Mansyur untuk membuat sebuah buku kumpulan fatwanya, lalu imam Malik membuatnya, itulah buku Al-Muwattha.

Tapi lalu khalifah berinisiatif untuk memperbanyak buku itu, dan menyebarkannya ke seluruh negeri, dan akan menjadikan buku tsb sebagai madzhab khalifah.

Lalu Imam Malik menolak inisiatif tsb.

Alasannya, para shahabat nabi sudah menyebar ke seluruh negeri, dan masing2 sudah membawa pendapat masing2, dan masyarakat sudah memegang pendapat yang mungkin berbeda2 itu.

Maka Imam Malik berpendapat, memaksakan ijtihadnya kepada seluruh ummat islam adalah satu hal yang tidak baik.

Ini Imam Malik, orang yang bisa membedakan mana dalil yang disepakati dan mana yang tidak.
Imam Malik tidak mau merasa benar sendiri dengan pilihannya, dan tidak mau menyalahkan pendapat ulama lain. Dan inilah contoh dari ulama kita.

Semoga bermanfaat.

Kisah Imam Malik ada pada link berikut (arabic):

الكتب – كشف المغطا في فضل الموطا لابن عساكر
http://library.islamweb.net/hadith/display_hbook.php?hflag=1&bk_no=808&pid=856425

👆Keutamaan kitab Al-Muwattha, karangan Ibnu ‘Asakir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s