Imsak dalam Shahih Muslim, Shahih Bukhari dan Fathul Baari

Shahih Muslim, Kitab Puasa, Bab Kami Bersahur bersama Rasulullah saw kemudian kami Sholat

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ  تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا قَالَ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas ra dari Zaid bin Tsaabit ra, dia (Anas) berkata, “Kami sahur bersama Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian kami berdiri untuk sholat. Aku (Anas) berkata: “Berapa jarak antara keduanya?” Dia (Zaid) menjawab: “Lima puluh ayat.””

Hadits yang mirip ada pada Shahih Bukhari, Kitab Puasa, Bab Berapa Jarak Antara Sahur dan Sholat Fajr

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ  تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas ra dari Zaid bin Tsaabit ra, dia (Anas) berkata, “Kami sahur bersama Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, kemudian beliau berdiri untuk sholat. Aku (Anas) berkata: “Berapa jarak antara adzan dan sahur?” Dia (Zaid) menjawab: “Kira-kira 50 ayat.””

Lalu dalam kitab Fathul Baari (kitab penjelas shahih Bukhari), Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah menjelaskan:

قَوْلُهُ : ( قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً ) أَيْ : مُتَوَسِّطَةً لَا طَوِيلَةً وَلَا قَصِيرَةً لَا سَرِيعَةً وَلَا بَطِيئَةً

Adapun perkataan beliau “kira-kira 50 ayat” maksudnya adalah yang pertengahan, bukan ayat yang panjang dan bukan ayat yang pendek, bukan qiroat yang cepat juga bukan qiroat yang lambat.

Berikutnya, Imam Ibnu Hajar rahimahullah  mengutip ucapan  Imam Qurthubi Rahimahullah:

وَقَالَ الْقُرْطُبِيُّ : فِيهِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْفَرَاغَ مِنَ السُّحُورِ كَانَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ

Dan berkata Qurtubi: Padanya ada dalil bahwa sahur diakhiri sebelum munculnya Fajar.

Dari dalil di atas, bisa dilihat bahwa meskipun waktu puasa dimulai sejak adzan subuh, akan tetapi sunnah dari Nabi kita adalah mengakhiri sahur sebelum adzan subuh, dan memberi jeda waktu kira-kira pembacaan ayat Al-Qur’an sebanyak 50 ayat. Mungkin hadits inilah yang digunakan untuk menentukan waktu Imsak di masjid-masjid kita, yang waktunya kira-kira 10 sampai 15 menit menjelang subuh.

wallahu a’lam.

link Shahih Muslim:
http://hadith.al-islam.com/Loader.aspx?pageid=237&Words=قَدْرُ+مَا+بَيْنَهُمَا+قَالَ+خَمْسِينَ+آيَةً&Type=phrase&Level=exact&ID=270011&Return=http%3a%2f%2fhadith.al-islam.com%2fPortals%2fal-islam_com%2fLoader.aspx%3fpageid%3d236%26Words%3dقَدْرُ%2bمَا%2bبَيْنَهُمَا%2bقَالَ%2bخَمْسِينَ%2bآيَةً%26Level%3dexact%26Type%3dphrase%26SectionID%3d2%26Page%3d0

link Shahih Bukhari:
http://hadith.al-islam.com/Loader.aspx?pageid=237&Words=قَدْرُ+خَمْسِينَ+آيَةً&Type=phrase&Level=exact&ID=191621&Return=http%3a%2f%2fhadith.al-islam.com%2fPortals%2fal-islam_com%2floader.aspx%3fpageid%3d236%26Words%3dقَدْرُ%2bخَمْسِينَ%2bآيَةً%26Level%3dexact%26Type%3dphrase%26SectionID%3d2%26Page%3d0

link Fathul Baari:
http://hadith.al-islam.com/Loader.aspx?pageid=237&Words=قَدْرُ+خَمْسِينَ+آيَةً&Type=phrase&Level=exact&ID=290965&Return=http%3a%2f%2fhadith.al-islam.com%2fPortals%2fal-islam_com%2floader.aspx%3fpageid%3d236%26Words%3dقَدْرُ%2bخَمْسِينَ%2bآيَةً%26Level%3dexact%26Type%3dphrase%26SectionID%3d2%26Page%3d0

As-Sudais Mengeraskan Basmalah

Watch “Syeikh Abdul Rahman As Sudais Mengimami Sholat Ju…” on YouTube – Syeikh Abdul Rahman As Sudais Mengimami Sholat Ju…: http://youtu.be/c7fxLXsa6DE

👆As-Sudais Mengeraskan Basmalah

Apa yang dilakukan oleh Imam Masjid Al-Haram Mekkah sesungguhnya wujud dari keluasan dan kedalaman ilmu syariah yang beliau miliki. Perlu diketahui bahwa beliau bukan hanya sekedar hafal Al-Quran 30 juz dan enak bacaannya, tetapi yang harus diketahui beliau juga seorang doktor dalam bidang ushul fiqh. Ilmunya sangat luas dan pemahaman beliau atas fiqih perbedaan mazhab pun sudah matang.

Meski beliau tinggal dan tumbuh belajar agama di Saudi Arabia yang notabene akar mazhabnya adalah Hambali, namun tidak mentang-mentang jadi Imam Masjid Al-Haram lantas beliau jadi arogan dan memaksakan pendapatnya sendiri. Apalagi ketika beliau mengadakan kunjungan ke negeri-negeri lain yang kebetulan akar mazhabnya agak berbeda. Maka beliau melakukan yang paling tepat, yaitu menyesuaikan diri dengan apa yang dianut oleh umumnya bangsa tersebut.

Ketika berkunjung ke Indonesia, beliau tahu persis bahwa rata-rata bangsa Indonesia ini terdidik secara akar fiqihnya dalam mazhab Asy-Syafi’i. Maka apa yang dianut oleh bangsa ini dalam masalah menjaharkan (mengeraskan)  bacaan basmalah itu sangat beliau hormati. Kalau biasanya di Masjidilharam beliau tidak menjaharkan basmalah, kali ini untuk menghormati dan mengapresiasi bangsa Indonesia yang bermazhab Asy-Syafi’i, maka sangat terpuji bila beliau menjaharkannya (mengeraskannya).

Sumber:
http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1427827113&=kenapa-imam-as-sudais-membaca-basmalah-dengan-keras.htm

Hadits keutamaan malam Nishfu Sya’ban

Keutamaan malam nishfu sya’ban, haditsnya ada. Tapi keshahihan hadits itu tidak disepakati oleh semua ulama.

Yang namanya hadits memang seperti itu.

Sebagian mungkin menyatakan shahih, sebagian lain menyatakan hasan, dan sebagian lain lagi bisa jadi menyatakan dhoif atau malah mungkin hadits palsu.

Wajib mengikuti ucapan nabi yang shahih yang memang berasal dari nabi adalah satu hal yang qath’i.

Tapi menilai keshahihan suatu hadits adalah masalah ijtihadiyah.

Barang siapa yang memilih satu hasil ijtihad, maka dia sudah benar.

Dan barang siapa mengatakan bahwa hasil sebuah ijtihad memiliki kebenaran yang mutlak, maka berarti dia sudah menetapkan sesuatu di luar batasnya.

Dalil-dalil Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban | Blog Ust. Idrus Ramli – http://www.idrusramli.com/2014/keutamaan-malam-nisfu-syaban/

👆ini contoh hadits ttg malam nishfu sya’ban, katanya shahih.

Dan kalau sudah begini, biasanya banyak orang membela pendapat guru masing2, dan menyebutkan bahwa pendapat gurunya itulah yang mutlak benar.

Lalu kita2 yang tidak tahu, yang awalnya seharusnya mencukupkan diri dengan memilih, akhirnya banyak yang memilih untuk menjadi hakim bagi semua orang. 😦 😰

Selamat memilih.

Semoga bermanfaat.