Menyikapi Hadits Shahih

Ada yang mengatakan, kalau ada satu hadits shahih, maka kita wajib menerimanya, dan kita tidak boleh menggunakan akal kita untuk menerima atau menolak hadits tsb.

Lalu saya minta pada orang tersebut untuk melihat video di bawah ini.

Fatwa kontroversi, perempuan menyusukan lelaki dewasa… : http://youtu.be/R0rzcgsF1QQ

Screenshotnya:
image

Ini adalah video tentang seorang wanita yang bertanya-tanya mengenai wajibnya atau bolehnya seorang wanita dewasa menyusui laki-laki dewasa yang bukan mahromnya, agar laki-laki tersebut menjadi mahramnya. Dalilnya adalah hadits shahih yang ada dalam kitab shahih muslim.

Al-Imam Muslim berkata dalam Shahihnya (no. 1453):

“….’Aisyah berkata: Sahlah bintu Suhail datang menemui Nabi, katanya:

“Wahai Rasulullah, saya melihat sesuatu di wajah Abu Hudzaifah karena seringnya Salim -bekas budaknya- masuk ke rumah”. Kata Nabi: “Susuilah dia”. Kata nya: “Bagaimana saya menyusuinya sedangkan dia laki-laki dewasa?”
Rasulullah tersenyum dan berkata: “Saya tahu dia sudah besar”.
‘Amr (rawi hadits) menambahkan riwayatnya: “Dan dia (Salim) ikut dalam perang Badr”.

👆ada dalam kitab shahih muslim
👉 sanadnya shahih.

Maka, akankah kita menerima hadits ini apa adanya? Dan apakah kita benar-benar dilarang untuk menggunakan akal dalam memahami agama kita ini.

Kalau kita berprinsip bahwa akal tidak boleh dipakai dalam memahami agama kita ini, maka silakan segera praktekkan fatwa di atas, karena haditsnya adalah shahih.

Tapi kalau kita masih merasa bahwa akal yang sehat seharusnya boleh kita gunakan untuk memahami agama kita ini, maka mari kita lanjutkan pembahasannya.

Ini saat yang tepat untuk kita berfikir lagi. Kalau sanad suatu hadits itu shahih, apakah kita lantas wajib menerimanya begitu saja?
Apakah sikap kita terhadap hadits hanya cukup melihat keshahihan sanadnya saja?
Apakah hadits yang sanadnya sudah dinyatakan shahih, sudah dijamin kebenarannya mutlak sama seperti ayat al-Qur’an?

Yang lebih mendekati kebenaran adalah, kita lihat hadits dari sanadnya dan juga dari matannya (isinya).
kalau sanadnya shahih, ya kemudian kita lihat apa isinya.
Di tangan kita ada Al-Qur’an, yang merupakan kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Maka kita seharusnya memastikan dulu apakah isi hadits itu sesuai dengan Al-Qur’an atau tidak, bukan langsung menerima hadits shahih tanpa mencomparenya dengan Al-Qur’an.

Hadits di-cek menggunakan ayat Al-Qur’an, bukan ayat dicek oleh hadits.

Kitab yang tida ada keraguan di dalamnya hanyalah Al-Qur’an.
Adapun kitab hadits yang tershahih sekalipun, tidak bisa kita katakan tidak ada keraguan di dalamnya.
Inilah keyakinan ahlu sunnah dari dulu sampai sekarang.

Kitab shahih bukhari memiliki keshahihan tertinggi, lalu di bawahnya adalah kitab shahih muslim. Tapi kedua kitab ini tetap mengandung kesalahan, karena yang sempurna hanyalah Al-Qur’an.
Atau barangkali, kita termasuk orang yang berkeyakinan  bahwa ada kitab lain selain Al-Qur’an yang memiliki sifat “tidak ada keraguan di dalamnya”?

Mari kita tempatkan semua pada tempatnya masing2.
Yang pasti benar hanyalah ayat Al-Qur’an. Mari kita gunakan ayat Al-Qur’an ini untuk men-cek dalil2 lainnya.

Hadits ada yang shahih dan ada yang tidak. Tapi hadits yang shahih pun tetap harus dicompare dulu dengan Al-Qur’an, karena hadits shahih statusnya hanya “kemungkinan besar benar”, sedangkan ayat al-Qur’an sudah pasti benar.

Adapun fatwa ulama, sudah jelas ada di bawah itu semua. Maka sebaiknya kita bertoleran dalam level fatwa ulama ini, karena ijtihad ulama berbeda-beda.

Jangan sampai kita tidak bisa membedakan level dalil2 di atas, karena hal itu bisa menyebabkan kita kaku dalam menilai suatu hal.

Semoga Allah membuka hati kita, agar kita bisa mendapat ilmu yang jauh lebih dalam lagi dalam memahami agama kita ini.

Aamiin.

link:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/04/11/menyikapi-hadits-shahih/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s