Bolehkah mengirim bacaan Qur’an pada orang yang sudah meninggal?

Hal ini selalu menjadi pertanyaan, apakah benar kita bisa menghadiahkan pahala kepada orang yang sudah meninggal?

Sebagian ulama mengatakan bahwa pahala bacaan Qur’an ini tidak akan sampai, tapi sebagian lagi mengatakan bahwa pahala ini bisa sampai pada si mayit.
Yang mengatakan bahwa pahala fatihah bisa sampai pada si mayit adalah sebagian ulama Syafi’i. Mungkin itu sebabnya di tanah air kita saat ini ada kebiasaan mengirim surat al-fatihah atau surat Yasin kepada orang yang sudah meninggal.

Tapi selain dari ulama Syafi’i ini, ternyata ada juga ulama lain yang mengatakan hal yang sama. Beliau adalah Ibnu Qudamah, salah seorang ulama besar dari kalangan madzhab Hambali, yang banyak diikuti oleh ulama Saudi Arabia saat ini.

Beliau (Ibnu Qudamah) menuliskan dalam kitabnya yang berjudul “Al-Mughni”:

وهذه أحاديث صحاح ، وفيها دلالة على انتفاع الميت بسائر القرب ; لأن الصوم والحج والدعاء والاستغفار عبادات بدنية ، وقد أوصل الله نفعها إلى الميت ، فكذلك ما سواها ، مع ما ذكرنا من الحديث في ثواب من قرأ يس ، وتخفيف الله تعالى عن أهل المقابر بقراءته . وروى عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده ، { أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لعمرو بن العاص : لو كان أبوك مسلما ، فأعتقتم عنه ، أو تصدقتم عنه ، أو حججتم عنه ، بلغه ذلك } . وهذا عام في حج التطوع وغيره ، ولأنه عمل بر وطاعة ، فوصل نفعه وثوابه ، كالصدقة والصيام والحج الواجب .

Ini adalah hadits-hadits yang shahih. Dan padanya terdapat dalil bahwa si mayit bisa mengambil manfaat dari orang yang ada di dekatnya. Karena puasa, haji, doa dan istighfar adalah ibadah fisik, dan Allah akan menyampaikan manfaatnya pada si mayit. Dan seperti itu pula lah ibadah lainnya. Hal ini sama dengan apa yang telah kami jelaskan tentang hadits sampainya pahala pembacaan surat Yasin, dan Allah memberikan kemudahan pada ahli kubur dengan bacaan tersebut. Diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw berkata pada Amru bin ‘ash, “Kalau ayahmu muslim, maka bebaskanlah untuknya, atau bersedekahlah untuknya, atau berhajilah untuknya, hal itu akan sampai padanya.”
Hal ini berlaku untuk haji Tathowwu dan selainnya, karena itu adalah amal baik dan ketaatan, maka manfaatnya dan pahalanya sampai kepadanya, sepertihalnya sodaqoh, puasa dan haji wajib.

وقال بعضهم : إذا قرئ القرآن عند الميت ، أو أهدي إليه ثوابه ، كان الثواب لقارئه ، ويكون الميت كأنه حاضرها ، فترجى له الرحمة . ولنا ، ما ذكرناه ، وأنه إجماع المسلمين ; فإنهم في كل عصر ومصر يجتمعون ويقرءون القرآن ، ويهدون ثوابه إلى موتاهم من غير نكير .

Dan sebagian mereka berkata, jika dibacakan al-Qur’an di sisi mayit atau pahalanya dihadiahkan padanya, pahalanya adalah untuk yang membacanya, dan seakan-akan mayit itu hadir, maka turunlah rahmat. Bagi kita adalah apa yang kita baca, dan inilah ijma’ kaum muslimin. Maka kaum muslimin biasa berkumpul dan membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya pada orang yang sudah meninggal, dan tidak ada yang menentang kebiasaan ini.

sumber:
http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=15&ID=1335

Jadi, kalau ada yang biasa membacakan surat Al-Fatihah atau surat Yasin untuk orang yang sudah meninggal, mungkin salah satu dalil yang digunakan adalah pendapat Ibnu Qudamah ini.

Wallahu a’lam bisshowwab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s