Isbal boleh asal tidak sombong ( Syarah Shahih Bukhari dan Syarah Shahih Muslim)

Imam Ibnu Hajar al-Atsqalani adalah ulama besar yang mengarang kitab Fathul Bari yang merupakan tafsir terbaik untuk kitab shahih Bukhari dan sudah menjadi rujukan utama jutaan kaum muslimin di seluruh dunia dari dulu sampai sekarang.
Berikut adalah penjelasan beliau mengenai isbal (memanjangkan celana melebihi mata kaki).

وفي هذه الأحاديث أن إسبال الإزار للخيلاء كبيرة, وأما الإسبال لغير الخيلاء فظاهر الأحاديث تحريمه أيضا, لكن استدل بالتقييد في هذه الأحاديث بالخيلاء على أن الإطلاق في الزجر الوارد في ذم الإسبال محمول على المقيد هنا, فلا يحرم الجر والإسبال إذا سلم من الخيلاء

Di dalam hadits ini terdapat keterangan bahwa isbal izar karena sombong termasuk dosa besar. Sedangkan isbal bukan karena sombong (riya’), meski lahiriyah hadits mengharamkannya juga, namun hadits-hadits ini menunjukkan adanya taqyid (syarat ketentuan) karena sombong. Sehingga penetapan dosa yang terkait dengan isbal tergantung kepada masalah ini. Maka tidak diharamkan memanjangkan kain atau isbal asalkan selamat dari sikap sombong. (Lihat Fathul Bari, hadits 5345)

link:
http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=3293&BookID=33&PID=10577

Adapun Imam Nawawi adalah pengarang kitab Syarah Shahih Muslim, yang merupakan kitab tafsir terbaik untuk kitab shahih Muslim. Kitab Syarah ini juga sudah menjadi rujukan jutaan kaum muslimin di seluruh dunia, dari dulu sampai sekarang.

Mengenai Isbal, berikut adalah penjelasan beliau mengenai hal tersebut dalam kitab Syarah Shahih Muslim yang beliau tulis:

وأما الأحاديث المطلقة بأن ما تحت الكعبين في النار فالمراد بها ما كان للخيلاء, لأنه مطلق, فوجب حمله على المقيد. والله أعلم

Adapun hadits-hadits yang mutlak bahwa semua pakaian yang melewati mata kaki di neraka, maksudnya adalah bila dilakukan oleh orang yang sombong. Karena dia mutlak, maka wajib dibawa kepada muqayyad, wallahu a’lam.

والخيلاء الكبر. وهذا التقييد بالجر خيلاء يخصص عموم المسبل إزاره ويدل على أن المراد بالوعيد من جره خيلاء. وقد رخص النبي صلى الله عليه وسلم في ذلك لأبي بكر الصديق رضي الله عنه, وقال, ” لست منهم ” إذ كان جره لغير الخيلاء

Dan Khuyala’ adalah kibir (sombong). Dan pembatasan adanya sifat sombong mengkhususkan keumuman musbil (orang yang melakukan isbal) pada kainnya, bahwasanya yang dimaksud dengan ancaman dosa hanya berlaku kepada orang yang memanjangkannya karena sombong. Dan Nabi SAW telah memberikan rukhshah (keringanan) kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq ra seraya bersabda, “Kamu bukan bagian dari mereka.” Hal itu karena panjangnya kain Abu Bakar bukan karena sombong.

link:
http://www.al-islam.com/Page.aspx?pageid=695&BookID=34&PID=6327&SubjectID=17680

http://hadith.al-islam.com/Page.aspx?pageid=192&TOCID=32&BookID=34&PID=340

Demikianlah pendapat dua ulama ahli hadits terbesar sepanjang masa mengenai isbal.

Kesimpulannya:
Isbal boleh asal tidak sombong, menurut
Syarah Shahih Bukhari dan Syarah Shahih Muslim.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Bolehkah mengirim bacaan Qur’an pada orang yang sudah meninggal?

Hal ini selalu menjadi pertanyaan, apakah benar kita bisa menghadiahkan pahala kepada orang yang sudah meninggal?

Sebagian ulama mengatakan bahwa pahala bacaan Qur’an ini tidak akan sampai, tapi sebagian lagi mengatakan bahwa pahala ini bisa sampai pada si mayit.
Yang mengatakan bahwa pahala fatihah bisa sampai pada si mayit adalah sebagian ulama Syafi’i. Mungkin itu sebabnya di tanah air kita saat ini ada kebiasaan mengirim surat al-fatihah atau surat Yasin kepada orang yang sudah meninggal.

Tapi selain dari ulama Syafi’i ini, ternyata ada juga ulama lain yang mengatakan hal yang sama. Beliau adalah Ibnu Qudamah, salah seorang ulama besar dari kalangan madzhab Hambali, yang banyak diikuti oleh ulama Saudi Arabia saat ini.

Beliau (Ibnu Qudamah) menuliskan dalam kitabnya yang berjudul “Al-Mughni”:

وهذه أحاديث صحاح ، وفيها دلالة على انتفاع الميت بسائر القرب ; لأن الصوم والحج والدعاء والاستغفار عبادات بدنية ، وقد أوصل الله نفعها إلى الميت ، فكذلك ما سواها ، مع ما ذكرنا من الحديث في ثواب من قرأ يس ، وتخفيف الله تعالى عن أهل المقابر بقراءته . وروى عمرو بن شعيب ، عن أبيه ، عن جده ، { أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لعمرو بن العاص : لو كان أبوك مسلما ، فأعتقتم عنه ، أو تصدقتم عنه ، أو حججتم عنه ، بلغه ذلك } . وهذا عام في حج التطوع وغيره ، ولأنه عمل بر وطاعة ، فوصل نفعه وثوابه ، كالصدقة والصيام والحج الواجب .

Ini adalah hadits-hadits yang shahih. Dan padanya terdapat dalil bahwa si mayit bisa mengambil manfaat dari orang yang ada di dekatnya. Karena puasa, haji, doa dan istighfar adalah ibadah fisik, dan Allah akan menyampaikan manfaatnya pada si mayit. Dan seperti itu pula lah ibadah lainnya. Hal ini sama dengan apa yang telah kami jelaskan tentang hadits sampainya pahala pembacaan surat Yasin, dan Allah memberikan kemudahan pada ahli kubur dengan bacaan tersebut. Diriwayatkan dari Amru bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah saw berkata pada Amru bin ‘ash, “Kalau ayahmu muslim, maka bebaskanlah untuknya, atau bersedekahlah untuknya, atau berhajilah untuknya, hal itu akan sampai padanya.”
Hal ini berlaku untuk haji Tathowwu dan selainnya, karena itu adalah amal baik dan ketaatan, maka manfaatnya dan pahalanya sampai kepadanya, sepertihalnya sodaqoh, puasa dan haji wajib.

وقال بعضهم : إذا قرئ القرآن عند الميت ، أو أهدي إليه ثوابه ، كان الثواب لقارئه ، ويكون الميت كأنه حاضرها ، فترجى له الرحمة . ولنا ، ما ذكرناه ، وأنه إجماع المسلمين ; فإنهم في كل عصر ومصر يجتمعون ويقرءون القرآن ، ويهدون ثوابه إلى موتاهم من غير نكير .

Dan sebagian mereka berkata, jika dibacakan al-Qur’an di sisi mayit atau pahalanya dihadiahkan padanya, pahalanya adalah untuk yang membacanya, dan seakan-akan mayit itu hadir, maka turunlah rahmat. Bagi kita adalah apa yang kita baca, dan inilah ijma’ kaum muslimin. Maka kaum muslimin biasa berkumpul dan membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya pada orang yang sudah meninggal, dan tidak ada yang menentang kebiasaan ini.

sumber:
http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=15&ID=1335

Jadi, kalau ada yang biasa membacakan surat Al-Fatihah atau surat Yasin untuk orang yang sudah meninggal, mungkin salah satu dalil yang digunakan adalah pendapat Ibnu Qudamah ini.

Wallahu a’lam bisshowwab.

Jangan Bersedih : – 👉Ketika Ajal Menjemput Jangan Bersedih.👈

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

•Pada saat ajal menjemput, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

👉Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

👉Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari…..

👉Barang barangmu akan dikemas, kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu.
👉Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

👉Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu.

•Ekonomi akan tetap berlangsung !
•Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
•Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu.
👉Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan dari yang kecil dan yang besar dari hartamu !

•Kesedihan atasmu ada 3 :
👉Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

👉Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa .

👉Di rumah ada kesedihan yang mendalam ! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun ??
👉Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan !

•Demikianlah “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia”.
•Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat !!
•Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
•Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta.
•Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.

👉Pertanyaannya adalah :
👉Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu ??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

👉Usahakan dengan sungguh-sungguh,  Menjalankan kewajiban-Nya, lakukan ha-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,…dsb

👉Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia tentang hal ini Insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat kelak.

👉Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Allah.
👉Kita sibuk mikirin hidup enak, Lupa mikirin mati enak..!!!
👉Tapi sayang jasad jarang berfikir siapa yang menghidupkannya.

👉Sabda nabi SAW : Orang yang cerdas itu adalah orang yang mempersiapkan kematian dan mempersiapkan bekal untuk hidup setelah kematiannya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.