Pendapat Imam Syafi’i tentang bolehnya Imam berdzikir dengan suara keras setelah sholat berjamaah

Dalam kitab Al-Umm, Bab Sholat, Bab Perkataan dan Duduknya Imam setelah salam, Imam Syafi’i menuliskan:


Abdullah bin Zubair berkata: “Apabila Rasulullah saw selesai mengucapkan salam, lalu beliau berkata dengan suara keras:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير ولا حول ولا قوة إلا بالله ولا نعبد إلا إياه له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسن لا إله إلا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون

Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, wa laa haula wa laa quwwata illa billahi, wa laa na’budu illa iyyaahu,lahun ni’mah, wa lahul fadl, wa lahuts-tsanaaul hasan laa ilaaha illallah, mukhlisiina lahuddiin walau karihal kaafiruun

“Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya untuk-Nya-lah kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya melainkan dari Allah, tidak ada yang kami sembah melainkan Dia. Bagi-Nya nikmat, karunia dan segala bentuk pujian yang baik. Tiada yang disembah melainkan Dia dengan ikhlas dan bagi-Nya agama, walaupun orang-orang kafir itu membencinya.”

Ucapan ini adalah satu hal yang mubah bagi imam, tapi tidak bagi makmum. Kami memilih untuk berdzikir kepada Allah setelah sholat dengan suara perlahan bagi imam dan makmum, kecuali kalau dia adalah seorang imam yang wajib diambil pelajaran baginya. Jika demikian, dia harus mengeraskan bacaan dzikirnya agar orang-orang bisa mengerti dan mendapat pelajaran dari dzikirnya itu. Setelah itu dia berdzikir dengan perlahan, karena sesungguhnya Allah berfirman: “Dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam sholat dan jangan pula merendahkannya.” (QS. Al-Israa:110), maksudnya Allah lebih tahu tentang doa kita, maka janganlah kita berdoa terlalu keras, tapi jangan juga berdoa terlalu perlahan sampai-sampai kita tidak bisa mendengar suara kita sendiri.”

Sumber (Arabic):
http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=31&ID=322

👆imam syafi’i membolehkan imam berdzikir dgn suara keras setelah sholat selesai, kalau tujuannya adalah agar para makmum bisa mengambil pelajaran dari doa-doa yang diucapkan oleh imam.

Kalau setelah itu para makmum mengikuti suara imam, mungkin itu terserah si makmum.

Mungkin ini pula alasannya mengapa di beberapa masjid ada dzikir yg dikeraskan setelah sholat selesai, dan dzikir tersebut seolah-olah dipimpin oleh imam.

Wallahu a’lam.

Di mana Allah?

Rangkuman pendapat para ulama mengenai pertanyaan: “Di mana Allah?”

Semoga bisa menambah ilmu kita, dan menambah keimanan kita.

Silakan click gambar di bawah agar bisa tampil lebih besar.

Tabel perbandingan pendapat tentang pertanyaan "Di mana Allah?"

Tabel perbandingan pendapat tentang pertanyaan “Di mana Allah?”

Note: Kalau disebutkan bahwa imam empat madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa Allah ber-istiwa’ di atas ‘Arsy, maka ini adalah benar. Tapi para imam ini tidak mau menyimpulkan bahwa secara hakikat Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy. Inilah titik perbedaan antara empat imam ini (yang berada di kelompok satu) dengan Ibnu Taimiyah (yang berada di kelompok tiga) yang meyakini bahwa secara hakikat Allah benar-benar berada di atas ‘Arsy. Inilah perbedaan antara Tafwidh (menyerahkan makna hakikatnya kepada Allah) dengan Tatsbit (meng-itsbat-kan atau menetapkan maknanya sesuai arti tekstualnya atau arti literalnya). Satu lagi, yang cukup krusial mungkin adalah Imam Abu Hasan Al-Asy’ari yang merupakan imam terbesar dalam  masalah aqidah, yang pendapatnya dipegang oleh  mayoritas ulama dari dulu sampai sekarang. Ada yang menyebutkan bahwa beliau sudah kembali pada madzhab salaf. Kalaupun ini benar, maka maksudnya adalah kembali pada pemahaman imam empat madzhab (yang ada di kelompok satu) dan bukan kembali pada pendapat ibnu Taimiyah (yang berada di kelompok tiga). Wallahu A’lam.   — Screenshot dari buku sumber:

Cover Buku

Cover Buku

Tafwidh adalah pendapat para imam Madzhab. Inilah pendapat Salaf.

Pendapat pertama: yaitu pendapat Madzhab Salaf (Tafwidh).

Madzhab Salaf tidak memahami sifat Allah secara tekstual (literal).

Madzhab Salaf tidak memahami sifat Allah secara tekstual (literal).

Madzhab Salaf tidak memahami sifat Allah secara tekstual (literal). Inilah titik perbedaan antara madzhab Salaf dan pendapat Ibnu Taimiyah. Inilah perbedaan antara tafwidh yang menyerahkan makna sifat Allah kepada Allah dengan tatsbit yang memaknai sifat Allah secara tekstual (literal).

Imam Ahmad pun menggunakan metode Tafwidh. Ini berbeda dengan Ibnu Taimiyah yang menggunakan metode Tatsbit.

Imam Ahmad pun menggunakan metode Tafwidh. Ini berbeda dengan Ibnu Taimiyah yang menggunakan metode Tatsbit.

Pendapat kedua adalah Tafwidh. Inilah pendapat mayoritas ulama. Inilah pendapat kaum Asy'ari.

Pendapat kedua adalah Ta’wil. Inilah pendapat mayoritas ulama. Inilah pendapat kaum Asy’ari.

Pendapat ketiga adalah Tatsbit. Tapi pendapat ini sulit difahami, dan riskan untuk jatuh pada Tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk-Nya)

Pendapat ketiga adalah Tatsbit. Tapi pendapat ini sulit difahami, dan riskan untuk jatuh pada Tasybih (menyamakan Allah dengan makhluk-Nya)

Contoh Tatsbit yang salah adalah mengatakan bahwa Allah ada di langit, atau mengatakan bahwa Allah ada di atas ‘Arsy, atau mengatakan bahwa Allah memiliki tangan.

Pendapat ke-empat adalah Tasybih, yaitu menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Ini adalah pendapat yang salah.

Pendapat ke-empat adalah Tasybih, yaitu menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Ini adalah pendapat yang salah.Sebagian ulama Hambali terjerumus dalam pemahaman  yang salah ini. Ini menurut Ibnul Jauzi rahimahullah.

“Do’a Terbaik “

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Dahsyatnya Doa “Duduk Diantara Dua Sujud”
Ketika orang ditanya, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim ?”, 
Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang :oops:tidak merasa berdo’a:oops:
Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia dan akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari.
marilah kita renungi maknanya :
 
💬💭ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho Allah. Dosa adalah kotoran hati yang membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

💝 WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang Alllah, hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih sayang Allah nafsu kita akan terbimbing.
 
👥👤WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekurangan kita ditutup/diperbaiki Allah, maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

 👳WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau Allah sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa menghinakan kita.

🏡💰 WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba Allah kita membutuhkan rizki. Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

☝ WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

🙂 WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan dan manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”

👣 WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul, kecuali dari hati yg lalai dari apa yg disebutkan lisannya (jauh dari khusyuk)😭
🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
🌴Taman Dakwah🌴
🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃
Silahkan di share kepada yg lain👥👤

… KISAH NYATA, .. SURAT ANEH KEPADA DOMPET DHUAFA …

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Beberapa tahun silam, ada sebuah surat yang cukup unik datang ke kantor Dompet Dhuafa (DD). Biasanya setiap hari lebih dari 20 surat permohonan bantuan singgah ke kantor DD.

Pada umumnya, surat permohonan bantuan itu isinya agak panjang, berhubung hendak menceritakan masalah dan mengajukan bantuan. Tidak sedikit dari surat-surat itu yang ditulis panjang lebar dengan narasi yang memilukan.

Tapi hari itu, datang sebuah surat yang tidak biasanya. Setelah dibuka, isinya ternyata hanya satu kalimat saja. Kalimat itu berbunyi: “Jika diizinkan, saya akan datang ke kantor Dompet Dhuafa.” Kita semua yang membacanya tentu merasa heran terhadap surat ini.

Sepanjang sejarah DD, belum pernah ada surat yang isinya seperti itu. Karena itu kemudian, kita segera membalas surat itu dengan jawaban : “Silakan Bapak datang ke kantor Dompet Dhuafa, Pada hari … (tertentu), jam … (tertentu).”

Pada hari dan jam yang dijanjikan, kita telah menanti tamu yang akan datang. Beberapa saat kemudian masuklah seorang lelaki dengan perawakan pendek dan agak kurus. Kedua tangannya (maaf) putus dari pangkal lengan, dan kedua kakinya seperti pernah mengalami sakit polio (dengan bentuk sedikit agak melengkung).

Menyaksikan kehadiran lelaki tersebut, segeralah kita mengerti mengapa lelaki tersebut menulis surat seperti itu. Rupanya, dia ingin kita melihat saja secara langsung kondisi dirinya. Batinnya mungkin berkata, “tak perlulah saya menceritakan panjang lebar, cukuplah Anda lihat sendiri, barulah Anda mengerti apa yang saya maksudkan.”

Melihat kehadiran lelaki tersebut dan mengerti kondisi yang dialami oleh lelaki tersebut, kami pun bergegas menawarkan bantuan kepada beliau.

Salah seorang karyawan DD kemudian berkata, “Pak, apa yang bisa DD lakukan, untuk bisa membantu Bapak ?” Lelaki tersebut kemudian menjawab, “Saya mohon DD membantu saya satu…saja, mohon DD membelikan saya satu buah mesin ketik.”

Mendengar ungkapan bahwa lelaki itu ingin dibelikan mesin ketik, karyawan DD pun bertanya lagi, “Mohon maaf Bapak, apakah anak Bapak ada yang sedang ditugasi menulis paper atau makalah, seperti itu ?”

Lelaki itu pun menjawab lagi, “Oh …, bukan …, mesin ketik itu bukan untuk anak saya, tapi untuk saya, saya biasa mengetik kok …” mendengar jawaban tersebut, karyawan DD pun terperanjat, sehingga terucap, “Mengetik dengan….?” Spontan lelaki itu pun menjawab, “Saya biasa mengetik dengan kaki saya…”

Seterusnya lelaki itu pun melanjutkan, “Kalau Bapak berjalan-jalan di kawasan Pasar Senen, di sana akan terlihat banyak kios-kios jasa mengetik, salah satunya adalah kios saya. Saya biasa melayani jasa mengetik. Cuma selama ini mesin ketiknya punya toke saya. Sehingga hasilnya dibagi dua. Saya bermimpi, jika saya punya mesin ketik sendiri, mungkin hasilnya jadi lebih besar …”

Mendengar penuturan lelaki itu, tiba-tiba saja terasa ada pukulan keras menghantam ulu hati kita yang mendengarnya. Bagaimana tidak, ada seorang lelaki yang mengalami cacat fisik, yang sesungguhnya teramat pantas dikasihani dan disantuni setiap saat, akan tetapi ternyata yang diharapkannya justru adalah bantuan yang membuatnya bisa tetap berusaha dan produktif.

Lelaki itu bukan ingin dibantu sehingga tergantung pada belas kasihan orang lain, tetapi justru ingin dibantu yang membuatnya mandiri dan tegak di atas kekuatannya sendiri.

Lelaki itu laksana malaikat yang dihadirkan kepada kita untuk menyampaikan pesan agar kita lebih menghargai diri kita dengan berusaha menjadi manusia yang produktif dan mandiri. Karena pada zaman sekarang ini, betapa banyak anak muda, fisiknya utuh, tubuhnya sehat dan kuat, tetapi jiwanya lemah dengan ingin dikasihani dan mengharap iba dari orang lain.

Betapa banyak manusia di dunia ini, yang kondisi fisiknya jauh lebih baik dari Bapak tersebut, tetapi hidupnya ingin bergantung kepada belas kasihan dan santunan orang lain.

Kepada Bapak tersebut, DD akhirnya membelikan satu buah mesin ketik baru, sambil dalam hati berucap, “Terima kasih Bapak, telah datang dan seolah menasehati kami, sungguh kehadiran Bapak telah membawa kesan mendalam untuk kami.”

– Ditulis Ahmad Juwaini, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa –

… Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci …

please share.

sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=433514313411390&id=322283467867809

The Power of Hope

Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal & ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yg dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah..

Yang Mereka tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah  اَللّهُ dan tanpa berhenti berharap yg Terbaik..

Ternyata dibalik ketidaktahuan kita,  اَللّهُ telah menyiapkan kejutan saat kita menunaikan perintahNYA..

Yakinlah bantuan اَللّهُ akn datang walaupun sampai di detik2 terakhir usaha Hamba-Nya..
So, jgn pernah berputus asa utk terus berharap hanya pada  اَللّهُ semata…

Kalaupun hasil yg kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan, tak usah kita berkecil hati…

Karena  اَللّهُ  mencintai kita dengan cara2 yg belum tentu kita sukai. Namun akan kita dapatkan hikmah yg sangat luar biasa suatu saat nanti. Tetaplah bersabar & isqomah, berikhtiar utk mmperjuangkn sesuatu yg baik…

Tetap berbaik sangka pd  اَللّهُ  (husnudzon) dlm setiap nafas kehidupan kita ….. اِنْ شَآ ءَ اللّهُ  😇    آمِّينَ