Untuk Anda: PARA PRIA “ARJUNA SEJATI”

Untuk Anda: PARA PRIA “ARJUNA SEJATI”

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “menangis” ?

Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya. Itulah mengapa Allah menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita, Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Allah,
Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga,

Menjadi pengawal bagi Ibu, saudara perempuan, istri dan anak-anaknya.

Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya,
Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya.

Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya,
Pria “menangis” dalam letih dan lelahnya menjaga keluarganya dari kelaparan.

Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan di bibirnya,
Pria “menangis” dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnnya angin malam.

Tak nampak tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele,

Pria “menangis” dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat.

Pria “menangis” dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari,

Pria “menangis” dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki,

Pria “menangis” dengan menjaga dan melindungi orang tua, anak dan istri,

Pria “menangis” dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya,

Namun…
Pria pun sungguh-sungguh menangis dengan air matanya,
di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Allah,

Pandanglah Ayah …..
Pandanglah Suami …..
Pandanglah kakak …..
Sesungguhnya syurga Allah di dalam keridha’an mereka

‪#‎terima‬ ‪#‎kasih‬ ‪#‎Bapak‬ ‪#‎Ayah‬

-: Dari seseorang yang sedang belajar Lelaki :-


dari status facebook seorang teman.

Apakah memotong kuku sebelum Qurban itu Haram?

Yang mengatakan bahwa memotong kuku itu dilarang secara keras hanyalah madzhab Hambali saja. Dan sekarang madzhab Hambali ini banyak disebar oleh ustadz2 dari Saudi, tentu saja karena Saudi bermadzhab Hambali. Tidak ada yang salah di sini.

Akan tetapi, harus diingat, di Indonesia ini mayoritas adalah madzhab Syafi’i. Kalau tidak diperhatikan, bisa2 muncul masalah.

Menurut madzhab Syafi’i (dan juga madzhab Maliki), hukum tidak memotong kuku ini hanya sunnah saja. Alasannya adalah, karena ada hadits lain yang membolehkan atau tidak mengharamkan potong kuku dan rambut, yaitu hadits dari Aisyah yang menguatkan bahwa larangan Nabi SAW bukan bersifat keharaman.

كُنْتُ أَفْتِلُ قَلاَئِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللهِ  ثُمَّ يُقَلِّدُهاَ بِيَدِهِ ثُمَّ يَبْعَثُ بِهَا وَلاَ يُحْرِمُ عَلَيْهِ شَيْءٌ أَحَلَّهُ اللهُ لَهُ حَتىَّ يَنْحَرَ الهَدْيَ

Dari Aisyah radhiyallahuanha, beliau berkata,”Aku pernah menganyam tali kalung hewan udhiyah Rasulullah SAW, kemudian beliau mengikatkannya dengan tangannya dan mengirimkannya dan beliau tidak berihram (mengharamkan sesuatu) atas apa-apa yang dihalalkan Allah SWT, hingga beliau menyembelihnya. (HR. Bukhari Muslim)

Demikian informasinya.
Semoga Allah membuka wawasan kita lebih luas lagi, agar kita bisa memahami agama ini dengan cara yang bijaksana.
Aamiin.

sumber:
Mau Qurban Haram Potong Rambut dan Kuku? | Ahmad Sarwat,Lc., MA | http://www.rumahfiqih.comhttp://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1377653469&=mau-qurban-haram-potong-rambut-dan-kuku.htm

please share.