Pilpres dan sholat subuh

Muslim yang milih Jokowi, berapa persen yang ikut jamaah subuh di masjid?
Muslim yang milih Prabowo, berapa persen yang ikut jamaah subuh di masjid?

Muslim yang ikut jamaah subuh di masjid, berapa persen yang milih Jokowi?
Muslim yang ikut jamaah subuh di masjid, berapa persen yang milih Prabowo?

Di akhirat nanti, kita akan ditanya lebih dulu tentang sholat subuh kita, sebelum kita ditanya tentang pilihan pemilu kita.
Itu sebabnya mengapa perintah untuk sholat subuh berjamaah di masjid lebih dulu disampaikan, sebelum perintah untuk menerapkan segala aturan islam dalam kehidupan kita.

Maka, kalau perintah yang awal saja diabaikan, maka bagaimana mungkin perintah berikutnya akan dilaksanakan?
Kalau jamaah sholat subuh saja ditinggalkan, maka tidak heran orang-orang bertanya tentang apa perlunya menerapkan ayat Al-Qur’an dalam masalah politik?

# Yang sudah milih berdasarkan sudut pandang islam, tapi belum ikut jamaah subuh di masjid, mari kita ke masjid untuk.sholat subuh berjamaah. Karena memenuhi panggilan sholat ke masjid itu harus lebih didahulukan daripada menerapkan aturan-aturan lainnya.

# Yang selama ini bertanya tentang apa perlunya sudut pandang Islam dalam masalah memilih pemimpin, sudah ikut jamaah sholat subuh ke masjid atau belum? Kalau belum, mari kita balik lagi dari latihan yang dasar, yaitu menegakkan sholat berjamaah di masjid. Karena kalau perintah sholat berjamaah di masjid saja masih kalah oleh ego kita, bagaimana mungkin kita akan terpanggil untuk menerapkan islam dalam segala sisi kehidupan kita?

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda:
ْ
“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya.  … (HR Tirmidzi, shahih)

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh (berjama’ah di mesjid). Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Mari kita introspeksi diri kita masing-masing, selama ini, hidup kita ini mau dibawa ke mana?
Dan sampai kapan kita akan hidup di dunia ini?

Cikarang, 17 Juli 2014

Isa Ismet Khumaedi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s