Pilpres dan muslim bermental akhirat

Di dunia ini, ada banyak perbedaan.
Ada negara maju, ada negera terbelakang,
ada blok barat, ada blok timur,
ada eropa, ada asia, afrika atau lainnya,
ada warna kulit putih, ada warna kulit hitam atau lainnya,
ada suku A, ada suku B, atau lainnya,
dan lainnya lagi.

Akan tetapi, di akhirat nanti, semua itu tidak akan ditanya.
Yang akan ditanyakan di akhirat adalah tentang agama kita,
dan tentang amal-amal ibadah kita, terutama sekali sholat kita.

Maka, muslim yang benar adalah muslim yang bermental akhirat,
yaitu muslim yang selalu memandang segala masalah dalam kehidupan ini, pertama kali, selalu dari sudut pandang akhirat.
Misalnya dengan pertanyaan, bagaimana islam memandang hal itu?
Atau, bagaimana Al-Qur’an berbicara hal itu?
Atau, apakah Allah suka atau tidak?
Atau, apakah nabi kita suka atau tidak?

Seperti pilpres yang akan datang di depan mata kita nanti,
kita bisa memandangnya dari sudut profesionalisme, pengalaman, kesukuan, visi misi,
atau dari sudut pandang lainnya lagi.
Akan tetapi, bagi seorang muslim yang bermental akhirat,
sudut pandang yang pertama kali dipakai adalah sudut pandang akhirat.
Pilihan mana yang lebih baik dari sudut pandang akhirat,
maka pilihan itulah yang dia pilih.

Maka, menjelang pilpres nanti, silakan memilih.
Tapi pastikanlah,
apapun pilihan kita, siapapun yang akan kita pilih,
pastikanlah, sudut pandang yang kita pakai adalah sudut pandang seorang muslim yang bermental akhirat.
Karena hidup kita, hanyalah untuk Allah.

Katakanlah: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS. Al-An’aam, ayat 162)

Selamat memilih!

Jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang yang tidak diberi petunjuk oleh Allah,
mereka hidup hanya untuk kehidupan di dunia ini,
dan mereka memutus hubungan antara kehidupan di dunia ini dengan kehidupan akhirat nanti.
Seorang muslim yang bermental akhirat, tidak akan bersikap seperti ini.

Al-Qur’an, surat Al-An’aam, ayat 29-32.

وَقَالُوٓاْ إِنۡ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنۡيَا وَمَا نَحۡنُ بِمَبۡعُوثِينَ (٢٩) وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذۡ وُقِفُواْ عَلَىٰ رَبِّہِمۡ‌ۚ قَالَ أَلَيۡسَ هَـٰذَا بِٱلۡحَقِّ‌ۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَا‌ۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ (٣٠) قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ‌ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتۡہُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغۡتَةً۬ قَالُواْ يَـٰحَسۡرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطۡنَا فِيہَا وَهُمۡ يَحۡمِلُونَ أَوۡزَارَهُمۡ عَلَىٰ ظُهُورِهِمۡ‌ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ (٣١) وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬‌ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ‌ۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ (٣٢)

29. Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia ini saja, dan kita sekali-sekali tidak akan dibangkitkan”.
30. Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan).
Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan ini benar?”  Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)”.
31. Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu !”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.
32. Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s