Masjid Muhammad Ramadhan Galaxy Diambil Alih dari Tangan Wahhabi

Masjid “Wahabi” kembali diserbu warga, kali ini di Kota Bekasi, dan didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Setelah Masjid di Grand Wisata di Kabupaten Bekasi, kali ini adalah Masjid Muhammad Ramadhan di Komplex Galaxy di Kota Bekasi.

Selama yang diajarkan adalah fiqih yang sempit dan mudah membid’ah-bid’ahkan kelompok lain, selama itu pula warga akan terus menyerbu untuk mengambil alih masjid-masjid seperti ini.

Tidakkah ini bisa menjadi pelajaran?

http://www.muslimedianews.com/2014/04/masjid-muhammad-ramadhan-galaxy-diambil.html?m=1

Muslimedianews.com ~ Pengambilan alih Masjid Muhammad Ramadhan di Perum Kompek Galaxy, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan menjadi Masjid Raya Kecamatan Bekasi Selatan diwarnai tembakan peringatan , Minggu (20/4/2014). Pengambilan alih Masjid Muhammad Ramadhan itu dalam rangka untuk dijadikan sebagai Masjid Raya Kecamatan Bekasi Selatan.

Akan tetapi pengambilan alihan itu ditentang oleh pengurus masjid yang notabene adalah kelompok Wahhabi beraliran radikal. Kelompok Wahhabi tidak diterima masjid yang kerap mereka gunakan untuk penebar kebencian itu diambil alih.

Beberapa pihak yang turut hadir dalam proses pengambilan alih itu, antara lain: Camat Bekasi Selatan, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) lama, Ormas Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya. Hadir pula Forum Silturahmi Warga Nahdiyyin (Foswan), Forum Betawi Rempug (FBR) Bekasi Selatan, Pendekar Banten, Front Pemuda Muslim Maluku (FPSM) dan perwakilan warga RW 12, 13 dan 14 Kelurahan Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan.

Adanya pengalihan Masjid Muhammad Ramadhan dilakukan karena keinginan warga masyarakat setempat serta surat tembusan dari Wali Kota Bekasi dan disampaikan ke Camat Bekasi Selatan pada Warga Bekasi Selatan RW 12, 13,dan 14.

Pengambil alihan bisa dikatakan sebagai perseteruan real antara pihak Aswaja yang diwakili oleh beberapa ormas dan masyarakat dengan pihak Wahhabi selaku pengurus masjid. Tentu saja kekuatan Aswaja lebih besar daripada segelintir kelompok Wahhabi tersebut.

Dalam situs Tribun News (20/4/2014) diberitakan, bahwa dalam potensi keributan saat proses pengambilan alih sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian. Itu sebabnya, sejak Minggu (20/4/2014) pagi, anggota Polisi bersama SatPol PP sudah melakukan penjagaan. Menurut keterangan dari seorang warga sekitar bernama Mustofa (47), awalnya pengambilan alih masjid berlangsung aman. Namun tiba-tiba saja memanas dan memicu keributan hingga petugas kepolisian terpaksa membuang tembakan peringatan.

“Dari pagi masjid ini sudah dapat penjagaan dari polisi. Ributnya pas siang tadi, saya dengar suara tembakan peringatan empat kali dan saya serta beberapa teman berlarian ke arah masjid melihat apa yang terjadi ternyata ada ribut-ribut,” tegas Mustofa.

Rekan dari Mustofa, Almin juga mengatakan adanya tembakan peringatan sebanyak empat kali. Lalu ada massa dari ormas yang berpakaian hitam mendaratkan pukulan ke jemaah masjid. “Saya lihat orang pakai baju hitam memukul jemaat masjid. Itu langsung dilerai polisi dan dibawa ke Polsek Bekasi Selatan,” kata Almin.

Ratusan anggota kepolisian sejak pagi hari telah melakukan penjagaan di sekitar masjid. Sebanyak dua truk polisi terparkir di sekitar masjid, beberapa personel itu pun tersebar tidak hanya fokus di masjid tapi juga di sekitar lingkungan masjid. Selain mendapatkan penjagaan dari pihak kepolisian, puluhan anggota SatPol PP Kota Bekasi juga bersiaga di Kecamatan Bekasi Selatan yang letaknya persis di samping masjid tersebut. (*/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s