Jokowi Culun?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Dulu Anda jadi walikota Solo,
setelah itu banyak orang yang mengagumi prestasi Anda,
tapi siapa yang menikmati prestasi Anda itu?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Pada Pilgub Jakarta kemarin, Anda menang.
Dan itu sudah menjadi bukti bahwa Anda ini tenar.
Tapi masalahnya, siapa yang menikmati ketenaran Anda itu?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Kalau Anda prestasinya pas-pas-an,  Anda mungkin tidak perlu care
terhadap siapa-siapa yang akan menikmati prestasi Anda itu.
Tapi kalau Anda merasa prestasi Anda baik,
seharusnya Anda sadar juga,
bahwa di sekeliling Anda ada orang-orang yang akan ndompleng prestasi Anda itu.

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Apa yang Anda kejar dalam hidup ini, Pak?
Profesinalitas? Blusukan? Menyenangkan rakyat?
Memajukan negara? Menghapus korupsi? Menghilangkan banjir? Mengurangi kemacetan? atau lainnya?
Apa, Pak?
Jangan hidup seperti robot, yang tidak tahu apa yang akan dikejar,
atau seperti boneka, yang kelebihan kekurangannya dinikmati oleh orang lain.

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Lihat siapa yang ada di belakang Anda,
dan lihat siapa yang ada di sekeliling Anda,
apa mereka-mereka juga orang yang pantas memimpin negeri ini?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali?
Pada pilgub Jakarta kemarin, tidakkah itu bisa menjadi pelajaran untuk Anda?
Ketenaran Anda menjadi salah satu sebab naiknya non-muslim menjadi wakil gubernur Jakarta!
Dan naiknya Anda menjadi presiden (kalau kepilih), secara otomatis akan menjadikan wakil gubernur itu menjadi Gubernur Jakarta.
Ini SARA?
Ya, ini mungkin SARA.
Tapi kalau yang seperti ini dipersalahkan,
lantas bagaimana orang-orang islam bisa menjalankan agama mereka?
Anda tahu, kalau ummat Islam tidak boleh dipimpin oleh non-muslim?
Atau, Anda mengabaikan itu semua hanya demi sebuah profesionalitas?
Atau, mungkin Anda tidak tahu?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali.
Coba lihat partai pendukung Anda,
berapa persen anggota legislatifnya yang non-muslim?
Dan berapa persen caleg-caleg-nya yang non-muslim dalam pemilu 2014 ini?
Sebagian dari caleg-caleg itu mungkin akan berhasil menjadi anggota legislatif karena ndompleng ketenaran Anda!
Dan Anda merasa itu prestasi?!?

Pak Jokowi,
Anda ini kok culun sekali.
Anda muslim khan?
Saya juga muslim.
Nah, coba bayangkan kalau nabi kita masih hidup,
lalu beliau melihat Anda memilih non-muslim sebagai wakil Anda,
dan mendukung non-muslim sebagai wakil-wakil rakyat,
kira-kira, apa yang akan dikatakan oleh Nabi kita itu?
Dan apa yang akan Anda siapkan sebagai jawaban?
Profesionalitas-kah jawaban Anda?
Yakin dengan jawaban itu?

Pak Jokowi,
Anda kok culun sekali.
Lihat janji-janji Anda ketika kampanye pemilihan Gubernur Jakarta beberapa tahun yang lalu.
Anda janji akan memimpin Jakarta sampai masa tugas selesai!
Tapi sekarang Anda malah mencalonkan diri jadi presiden?
Bukannya itu menyalahi janji?

Tapi, demi tugas yang lebih besar,
tidak ada salahnya dong kalau Jakarta dikorbankan. Khan tinggal minta maaf.
Begitu yang Anda pikirkan?

OK!
Tapi kalau begitu,
maukah Anda menerima tugas yang jauh lebih besar daripada sekedar memimpin negara ini?

Tugas itu adalah memimpin negara ini, dan memastikan bahwa ummat islam yang mayoritas di negara ini juga bisa menjalankan agamanya dengan baik,
tanpa harus dipimpin oleh non-muslim di level bawah Anda,
dan tanpa harus diwakili oleh non-muslim di legislatif di semua level.
(Atau kalau ada, minimal persentase-nya sesuai dengan persentase rakyat di negara ini.)

Ingat, ini adalah tugas yang diberikan bukan oleh ibu ketua partai.
Ini adalah tugas yang diberikan oleh Nabi Anda sendiri!

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil  orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu TERMASUK GOLONGAN MEREKA. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. Al-Maaidah, ayat 51)

Sudah jelas, ini amanah yang lebih besar lagi.
Masalahnya, Anda mau terima, atau tidak?

Kalau Anda terima,
tinggal bilang saja pada partai yang selama ini mendukung Anda,
“Maaf ya, tugas yang lebih besar menanti saya!”
Beres, khan?
Khan janji boleh dibatalkan kalau memang kita punya amanah lain yang lebih besar?

Kalau ini pilihan Anda,
insya Allah partai-partai islam siap menampung Anda,
dan Anda pun tidak perlu takut kalah dalam pilpres nanti.

Tapi kalau Anda tidak mau menerima tawaran ini,
ya di situlah ke-culun-an Anda.
Anda bekerja hanya atas nama profesionalitas,
tapi hasil Anda, dinikmati oleh orang-orang yang tidak seharusnya,
bahkan oleh orang-orang yang mungkin Nabi Anda sendiri tidak akan pernah menyukainya.

Pak Jokowi,
saya berharap saya salah.
Saya berharap, Anda tidak se-culun yang saya bayangkan.
Saya yakin, Anda pasti akan mau mempertimbangkan tawaran di atas.
Karena itu, di setiap sholat-sholat Anda, tolong bayangkan tawaran ini.
Bayangkan, Allah dan Nabi Anda sendiri yang meminta Anda untuk menerima amanah ini.
Maukah Anda mau menerima-nya?

Janji-janji yang lain,
itu janji yang levelnya lebih kecil, Pak,
dan tidak akan ditanya di akhirat nanti,
kalau mau ditinggal, tinggal bilang saja, “Maaf ya!”
Karena yang ditawarkan di sini adalah amanah yang jauh lebih besar lagi,
yang hasilnya bisa Anda bawa ke akhirat,
sebagai bekal Anda juga.

Pak Jokowi,
tolong pikirkan lagi.
Karena saya yakin,
Anda pasti tidak culun.

Cikarang, 6 April 2014

Isa Ismet Khumaedi
Twitter: ismetkh
Link: https://ismetkh.wordpress.com/2014/04/06/jokowi-culun/

Tolong share se-luas-luas-nya,
agar bisa sampai ke banyak orang,
dan agar bisa dibaca oleh Pak Jokowi juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s