Tawadhu’ saja tidak cukup

Beberapa waktu lalu saya bertemu dgn beberapa orang, mereka dari kalangan Salafy Yamani. Di antara mereka, pergaulannya sangat islami, bahkan dari cara mereka berbicara dan beribadah, bisa dilihat bahwa mereka sangat amat tawadhu’ sekali.

Tapi ketika pembicaraan memasuki tema radio rodja, kesan ketawadhu’an tadi hilang. Yang tersisa hanyalah ucapan2 sinis yang membid’ah-bid’ahkan radio rodja, padahal radio rodja juga radio salafy. Ustadz Yazid Jawwas pun mereka bid’ahkan. Apalagi ustadz Firanda yang masih muda.

Mengapa bisa begini?
Tawadhu’ tapi gemar menyalahkan sana-sini?
Why?

Jawabannya, karena wawasan fiqih mereka sempit sekali. Dan dengan sempitnya wawasan fiqih itu, secara otomatis mereka menjadi kelompok yang mudah membid’ahkan sana-sini. Wajar saja. Orang yang hanya tahu satu, maka dia akan menyalahkan yang sembilan. Sedangkan orang yang tahu delapan, maka dia hanya akan menyalahkan yang dua.

Kesimpulan:
1. Tawadhu’ saja tidak cukup.
2. Kita juga harus memperluas wawasan kita agar kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi sesuatu.

Semoga Allah memberikan kepada kita wawasan yang luas dalam masalah agama kita ini.
Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s