Kupas Tuntas Bid’ah: (6) Membuat hal baru dan bukan menghidupkan sunnah

Ada satu hadits,

مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ . ومَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

“Man Sanna Fi Islam Sunnatan Hasanatan Fa Lahu Ajruha Wa Ajru Man ‘Amila Biha..dst dst”

artinya :
“Siapa yang memulai membuat contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu ..”.

“Sanna” di sini artinya adalah “membuat” atau “mengadakan”.

Sebagian orang menolak arti “membuat” atau “mengadakan” ini, karena arti ini membuka peluang munculnya Bid’ah hasanah. Menurut mereka, sanna di sini artinya bukanlah “membuat” atau “mengadakan”, akan tetapi arti sanna di sini adalah “menghidupkan sunnah yang dulunya pernah dicontohkan oleh Rasulullah”.

Maka arti dari hadits di atas adalah “Siapa yang menghidupkan sunnah yang baik dalam Islam, maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu .. ”
Karena yang namanya sunnah-sunnah nabi adalah satu hal yang baik, maka menghidupkan sunnah nabi sepertihalnya sholat tarawih berjamaah bukanlah bid’ah. Ini menurut mereka-mereka yang berpendapat bahwa bid’ah hasanah itu tidak ada.

OK, kita terima argumentasi ini sampai di sini.

Akan tetapi, berikutnya, bagaimana dengan kelanjutan hadits itu?

Wa Man Sanna fil Islaami Sunnatan sayyiatan, kaana ‘alaihi ajruha wa ajru man ‘amila biha.

Di sini ada kata sanna juga, berarti yang ini artinya seharusnya adalah:
“Siapa yang menghidupkan sunnah yang buruk dari Rasulullah dalam Islam, maka ia mendapat balasan atas perbuatannya itu dan balasan orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu ..”.

Di sini jelas terlihat ngaco-nya.
Memangnya ada sunnah yang yang buruk yang berasal dari Rasulullah yang bisa kita hidupkan kembali?

Jelas sekali terlihat ngaco-nya.

Maka yang benar, arti dari kata sanna bukanlah “menghidupkan sunnah kembali” seperti yang mereka klaim.
Yang benar, arti dari kata sanna adalah memang “membuat” atau “mengadakan”.

Maka arti dari hadits itu adalah, barang siapa yang membuat sunnah yang baik, maka dia mendapat pahala atas sunnahnya itu, dan dia juga mendapat pahala atas orang-orang yang mengikuti sunnahnya itu. Sedangkan siapa saja yang membuat sunnah yang buruk, maka dia mendapat dosa tas sunnahnya itu, dan dia juga mendapat dosa atas orang-orang yang mengikuti sunnahnya itu.

Inilah arti yang benar.

Kesimpulannya:
1. Arti kata sanna adalah “membuat” atau “mengadakan”, dan bukan “menghidupkan sunnah kembali”.
2. Sunnah yang baik maksudnya adalah hal baru yang baik, dan inilah yang disebut dengan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik).
3. Adapun sunnah yang buruk maksudnya adalah hal baru yang buruk, dan inilah yang disebut dengan bid’ah dholallah (bid’ah yang sesat).

Semoga bermanfaat.

Advertisements

One thought on “Kupas Tuntas Bid’ah: (6) Membuat hal baru dan bukan menghidupkan sunnah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s