Kupas Tuntas Bid’ah: (1) Definisi yang benar tentang Bid’ah

Definisi bid’ah yang ada saat ini:
1. Semua yang baru itu bid’ah
2. Semua yang baru dalam masalah agama itu bid’ah
3. Semua yang baru dalam masalah ibadah itu bid’ah
4. Semua yang baru yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, itulah bid’ah.

Mana yang benar ?

Yang benar adalah yang nomor 4.

Kita lihat haditsnya.

A. inna atsdaqol hadiitsu kitaabullah -> sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah
B. wa khairul hadii, hadii muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam -> dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah saw.
C. wa syarrul umuuri muhdatsaatuha -> dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang baru

D. wa kulla muhdatsaatin bid’ah -> dan setiap yang baru itu bid’ah
E. wa kulla bid’atin dholaalah -> dan setiap yang bid’ah itu sesat.
F. wa kulla dholaalatin fin naar -> dan setiap yang sesat itu di neraka.

Definisi bid’ah yang salah (definisi no 1, 2 dan 3) adalah yang memisahkan hadits bagian A-B-C dengan bagian D-E-F.
Sedangkan definisi bid’ah yang benar (definisi no 4) adalah yang menggabungkan hadits bagian A-B-C dengan bagian D-E-F.

Maka, yang namanya bid’ah bukanlah sembarang hal baru.
yang namanya bid’ah adalah hal-hal baru yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an maupun sunnah.

Adapun hal-hal baru yang masih sesuai dengan sunnah, maka ini bukan bid’ah.
Dan ini sesuai dengan hadits di atas, yaitu dengan tidak memotong-motong hadits, tapi memahami hadits tsb secara utuh.

Dari hadits itu,
muncul dua definisi;
– hal baru yang tidak sesuai dengan al-qur’an dan sunnah -> bid’ah.
– hal baru yang sesuai dengan al-qur’an dan sunnah -> bukan bid’ah.

Sebagian orang menyebut hal yang “bid’ah” ini dengan nama bid’ah dholaalah,
dan menyebut hal yang “bukan bid’ah” ini dengan nama bid’ah hasanah.

Inilah definisi bid’ah yang benar.

Advertisements

2 thoughts on “Kupas Tuntas Bid’ah: (1) Definisi yang benar tentang Bid’ah

  1. asslm.ww. setau sy, sebutan bid’ah hasanah disandarkan pd umar bin khattab yg mngmplkn sholat tarawih jd 20 raka’at. brdsrkn hadits shahih mengenai legitimasi khusus dr rasulullah saw ttg sunnah khulafaur rasyidin, IMO, prbuatn umar bin khattab itu tdk trmsk bid’ah mskipn beliau (umar) sndri brkta : inilah sbaik2 bid’ah.
    selain khulafaur rasyidin, tdk ada legitimasi khusus. sbutn pwaris nabi bg ulama itu dlm hal mnympaikn risalah, tp tdk utk membuat tata-ibadah baru. krn itu, sbnrny tdk ada bid’ah hasanah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s