Cara Belajar Islam yang benar

Mau dibolak-balik bagaimana-pun juga,
inti dari agama kita itu adalah Al-Qur’an, setelah itu baru hadits, setelah itu baru yang lain.
Jadi, inti yang pertama adalah Al-Qur’an, setelah itu baru yang lainnya.

Maka, kalau kita ingin tahu apakah kita sudah mengenal islam atau belum,
jawabannya bisa dilihat dari sejauh mana kita memahami Al-Qur’an kita.
Atau kalau kita ingin tahu apakah kita sudah mempelajari Islam dengan cara yang benar atau tidak, jawabannya bisa dilihat dari ada tidaknya peningkatan pemahaman kita terhadap Al-Qur’an selama proses belajar tersebut.

Jadi kalau bertahun-tahun kita ikut pengajian, tapi pemahaman kita tentang Al-Qur’an, mudahnya adalah Juz’amma, sama sekali tidak bertambah, sebaliknya yang bertambah adalah pemahaman-pemahaman tentang hal yang lainnya, maka bisa jadi, sebenarnya kita belum menemukan islam yang sebenarnya.

Kalau kita punya banyak waktu, maka pelajarilah semua ilmu-ilmu islam sebisa kita.
Tapi kalau kita hanya punya sedikit waktu untuk belajar Islam, misal hanya seminggu sekali, maka mulailah dari hal-hal yang paling utama dalam agama kita ini, yaitu dari hal-hal yang di dalam Al-Qur’an.

Jangan sampai kita sibuk meributkan hal-hal kecil yang tidak ada di dalam Al-Qur’an, hanya karena hal itu ada pada sebuah hadits, atau hanya karena hal itu disebutkan oleh seorang ulama, lalu setelah itu kita malah tidak punya waktu lagi untuk membahas isi Al-Qur’an.

Karena hal-hal yang ada di dalam Al-Qur’an, adalah hal-hal terpenting dari seluruh hal penting yang ada di dalam agama kita ini.

Jadi,
apakah kita sudah belajar Islam dengan cara yang benar?

Jawabannya, silakan nilai masing-masing, apakah ilmu kita tentang Al-Qur’an, minimal sekali tentang juz’amma, sudah bertambah atau belum?
Jangan-jangan, dalam pengajian kita selama ini, kita sama sekali tidak diarahkan untuk memahami Al-Qur’an, apalagi mengamalkannya?
Bahkan juz’amma pun mungkin terabaikan?


Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?
(QS. Muhammad, ayat 24)

Alif laam miim. Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; PETUNJUK BAGI MEREKA YANG BERTAQWA, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
(QS. Al-Baqarah, ayat 1-3)


Latar belakang penulisan artikel ini:
Karena saya sering bertemu dengan orang-orang yang hafal banyak dalil untuk membid’ah-bid’ahkan kelompok lain, tapi ketika ditanya tentang juz’amma, tentang apa bedanya surat ini dan surat itu, ternyata dia sama sekali tidak faham, padahal dia sudah ikut pengajian bertahun-tahun lamanya.
Lantas selama bertahun-tahun itu, apa yang diajarkan dalam pengajiannya itu?


Semoga bermanfaat.
Please share ke yang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s